 |
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
 |
Para Rasul dan Penginjil
Para Rasul adalah orang-orang yang dipilih, diajarkan
dan ditugaskan oleh Yesus Kristus untuk mewartakan Kabar Gembira (Injil)
untuk membaptis, mendirikan, mengarahkan, dan memelihara Gereja-Nya sebagai
pelayan-pelayan Allah dan penjaga misteri-misteri-Nya. Mereka adalah uskup-uskup
Gereja Katolik yang pertama.
Injil Santo Matius (Matius 10:1-4) menunjukkan daftar
para Rasul dalam urut-urutan seperti ini: Simon Petrus, Andreas, Yakobus,
Yohanes, Filipus, Bartolomeus, Thomas, Matius, Yakobus, Yudas Thadeus,
Simon dan Yudas Iskariot. Matias diangkat untuk menggantikan tempat Yudas
Iskariot. Paulus menjadi Rasul oleh panggilan khusus dari Yesus Kristus.
Barnabas disebut juga sebagai seorang Rasul.
Dua diantara empat penginjil (penulis kitab Injil)
yaitu Yohanes dan Matius, termasuk dalam bilangan 12 rasul. Dua yang lainnya,
Lukas dan Yohanes Markus, sangat erat hubungannya dengan kumpulan para
Rasul.
Santo Petrus:
Nama aslinya Simon bin Yunus, lahir di Bethsaida, saudara Santo
Andreas, keduanya bekerja sebagai nelayan. Dinamakan Kefas (bahasa Aram)
atau Petrus (transliterasi dalam bahasa Yunani) yang berarti batu karang,
oleh Yesus Kristus (Yohanes 1:42, Matius 16:18) yang menjadikannya pemimpin
para Rasul dan kepala Gereja sebagai imam-Nya.
Popularitas Santo Petrus diantara bilangan para Rasul
sangat menyolok. Analisa secara statistik menunjukkan bahwa namanya disebutkan
sebanyak 195 kali [!!!] dalam keempat kitab Injil dan Kisah Para Rasul,
sedangkan gabungan ke-11 rasul lainnya disebutkan sebanyak 130 kali saja.
Santo Yohanes dalam posisi runner-up namanya hanya disebutkan
sebanyak 29 kali saja. Santo Petrus selalu disebutkan sebagai yang pertama
dalam bilangan para Rasul dalam ketiga Injil sinoptik (Matius, Markus
dan Lukas) maupun Kisah Para Rasul.
Bersama Santo Yakobus bin Zebedeus dan Santo Yohanes,
Santo Petrus menjadi saksi atas dibangkitkannya putri Yairus dari kematian
(Markus 5:21-43), transfigurasi Yesus Kristus di atas bukit (Matius 17:1-8),
sengsara Yesus di Taman Getsemani (Matius 26:36-46).
Santo Petrus adalah yang pertama-tama mewartakan
Injil di dan seputar Yerusalem, dan merupakan pemimpin komunitas Kristen
yang pertama. Dia mendirikan gereja setempat di Antiokia. Dia memimpin
konsili Gereja Katolik yang pertama di Yerusalem di tahun 51 (Kisah Para
Rasul 15:7). Dia menulis dua surat dalam Kitab Perjanjian Baru, yaitu
Surat Petrus 1 dan 2 kepada umat di Asia Kecil. Dia mendirikan pusat pengajarannya
sebagai uskup di Roma dimana dia menghabiskan tahun-tahun terakhirnya
dan menjadi martir dengan cara disalibkan pada tahun 64 atau 67 selama
penindasan oleh Kaisar Nero.
Patut dicatat bahwa meskipun diketahui bahwa Santo
Petrus meninggal di Roma sesuai Tradisi Apostolik dan catatan sejarah,
tetapi tidak diketahui dimana tepatnya letak makamnya. Pada tahun 315,
kaisar Romawi, Konstantinus, yang bersikap baik terhadap umat Kristen,
membangun gereja yang altarnya tepat berada di atas makam Santo Petrus.
Di kemudian hari basilika (gereja ukuran raksana) yang baru dibangun di
atas bangunan gereja tersebut dan setiap kali bangunan yang baru dibangun
di atas pondasi bangunan yang lama sedemikian rupa hingga akhirnya menjadi
Basilika Santo Petrus, Vatikan, seperti yang kita kenal sekarang ini.
Sepanjang masa tersebut, pengetahuan akan letak makam Santo Petrus sudah
menghilang dari sejarah. Sekitar 1500 tahun kemudian, dengan diawali oleh
sebuah sebuah peristiwa kecelakaan seorang pekerja di tahun 1939, pada
tahun 1958 makam Santo Petrus akhirnya ditemukan di salah satu katakombe
dan letaknya persis di bawah altar yang terletak di bawah kubah Santo
Petrus, Vatikan. Salah satu tulisan yang diukirkan disana berbunyi: "Petrus
berbaring di dalam sini". Tidak bisa tidak, kita pasti akan
teringat akan kata-kata Yesus pada Matius 16:18 Dan Akupun berkata
kepadamu: "Engkau adalah Petrus (Aram:Kefas), dan
diatas batu karang (Aram:Kefas) ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku
(=Gereja, Ecclesia) dan alam maut tidak akan
menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci kerajaan Sorga. Apa yang kauikat
di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini
akan terlepas di Sorga." Kepastian penemuan letak makam Santo
Petrus tersebut, telah memberikan dimensi tambahan terhadap makna Injil
Matius 16:18, yang memberi bukti tambahan bahwa Gereja Katolik adalah
satu-satunya Gereja Yesus yang sejati.
Dalam dunia seni, Santo Petrus dilambangkan membawa
dua kunci, simbol kekuasaannya dalam Gereja. Lambang lainnya juga serupa,
dengan dua kunci bersilangan lambang kekuasaannya dan sebuah salib yang
diposisikan terbalik yang merujuk pada posisi penyalibannya. Dirayakan
tiap tanggal 29 Juni (bersama Santo Paulus) dan 22 Februari (Tahta Petrus).
Santo Andreas:
Lahir di Bethsaida, saudara dari Simon Petrus, murid dari Yohanes Pembaptis,
seorang nelayan, Rasul yang pertama dipanggil (Matius 4:18, Markus 1:16,
Yohanes 1:40). Ketika Yohanes Pembaptis menunjuk kepada Yesus dan berkata:
"Lihatlah Anak Domba Allah" dengan serta merta dia meninggalkan
Yohanes Pembaptis untuk mengikuti Yesus. Menurut legenda, dia mewartakan
Kabar Gembira di Yunani bagian Utara, yaitu Epirus dan Scythia, dan menjadi
martir di Patras sekitar tahun 70 dengan cara disalibkan pada salib yang
berbentuk huruf X. Dia tidak dipakukan pada kayu salib tetapi diikatkan.
Dia bertahan selama dua hari dalam kesengsaraan dan masih terus berkhotbah
kepada mereka yang mengelilinginya. Dalam dunia seni, dilambangkan dengan
salib berbentuk huruf X, yang disebut Salib Santo Andreas; dihormati sebagai
Santo pelindung Russia dan Skotlandia dan Patriarch Ekumenikal. Dirayakan
tiap tanggal 30 November.
Santo Yakobus bin Zebedeus (Yakobus Besar):
Orang Galilea, putra Zebedeus, saudara Rasul Yohanes, dimana
mereka berdua disebut oleh Yesus sebagai Boanerges, artinya putera halilintar
(Markus 3:17). Dia juga seorang nelayan.
Agaknya Petrus, Yakobus dan Yohanes bertiga punya
tempat yang spesial. Hanya mereka bertiga yang menjadi saksi atas: dibangkitkannya
putri Yairus dari kematian (Markus 5:21-43), transfigurasi Yesus di atas
bukit (Matius 17:1-8), sengsara Yesus di taman Getsemani (Matius 26:36-46).
Hanya mereka bertiga yang diberi nama khusus oleh Yesus.
Tidak mengherankan kalau Yakobus dan Yohanes merasa
berhak untuk menemui Yesus dan meminta apapun yang mereka inginkan. (Injil
Matius 20:20-28 mengisahkan tentang permintaan ibunda Yakobus dan Yohanes
yang datang kepada Yesus untuk mengajukan suatu permohonan khusus). Sebagai
tanda kasihNya, Yesus tidak memarahi mereka tetapi menanyakan apa yang
mereka minta. Permintaan mereka agar mereka bisa duduk di sebelah kanan-kiri
Yesus jika Yesus nanti datang dalam kemuliaanNya, menunjukkan bahwa mereka
tidak mengerti tugas misi mereka yang sebenarnya. Yesus menjawab bahwa
mereka tidak tahu apa yang dimintanya. Mereka tidak melihat salib kesengsaraan
melainkan tahta duniawi. Bisakah mereka meminum cawan yang Yesus minum?
Mereka bilang "kami dapat." Yesus meyakinkan bahwa memang mereka
akan turut meminum cawanNya. Ke-10 rasul lainnya pun marah-marah setelah
mendengar permintaan kedua bersaudara itu. Yesus menggunakan kesempatan
ini untuk mengajarkan kepada mereka bahwa untuk menjadi besar seseorang
harus menjadi pelayan.
Lebih jauh lagi Yakobus dan Yohanes menunjukkan ketidak-mengertian
mereka ketika Yesus ditolak oleh orang-orang Samaria (Lukas 9:51-56).
Mereka berdua ingin menggunakan kuasa yang didapatnya bukannya untuk menyembuhkan
melainkan untuk menurunkan api dari langit untuk membinasakan orang-orang
Samaria yang berani menolak Yesus tersebut. Barangkali Yesus memberi nama
mereka Boanerges - putera-putera halilintar - karena semangat mereka,
antusiasme mereka atau temperamen mereka. Yesuspun memarahi mereka karena
pandangan mereka yang ingin menggunakan kuasa mereka dengan tanpa ampun
dan balas dendam.
Meskipun dengan segala kekurangan mereka, Yesus tetap
memilih Petrus, Yakobus dan Yohanes untuk menemaniNya di taman Getsemani.
Yesus pasti sangat bersedih ketika menemukan mereka sedang tertidur pulas
pada malam yang sengsara itu.
Yakobus sungguh minum dari cawan yang diminum Yesus.
Dia adalah Rasul pertama yang mati terbunuh, atas perintah raja Herodes
Agripa dengan sebilah pedang (Kisah Para Rasul 12:2).
Ada keragu-raguan akan perjalanan legendaris yang
dilakukannya ke Spanyol dan juga mengenai keotentikan (keaslian) relikwi-relikwi
yang disebut sebagai miliknya di Santiago de Compostela, karena kurangnya
bukti sejarah. Yakobus dihormati sebagai Santo pelindung Spanyol dan para
penziarah dan para pekerja. Dalam dunia seni, digambarkan membawa sebuah
bel peziarah. Lambangnya adalah tiga kulit kerang yang merujuk pada penziarahan.
Dirayakan tiap tanggal 25 Juli (Ritus Roma/Latin) dan 30 April (Ritus
Bizantium/Timur).
Santo Yohanes, Penginjil:
Orang Galilea, putra Zebedeus, saudara kandung Yakobus Besar,
dimana mereka berdua dinamakan Boanerges, putera-putera guruh (Markus
3:17), oleh Yesus. Dia adalah juga seorang nelayan, mungkin seorang murid
Santo Yohanes Pembaptis, merupakan salah satu penginjil (penulis kitab
Injil), dan yang sering disebut-sebut sebagai "murid yang terkasih"
(Yohanes 19:26, 21:20).
Bersama Petrus dan Yakobus bin Zebedeus, hanya mereka
bertiga yang diajak Yesus ketika: putri Yairus dibangkitkan dari kematian
(Markus 5:21-43), transfigurasi Yesus di atas bukit (Matius 17:1-8), sengsara
Yesus di Taman Getsemani (Matius 26:36-46).
Rasul Yohanes adalah satu-satunya yang tidak meninggalkan
Yesus ketika saat-saat sengsara penyaliban Yesus. Dari kayu salib, Yesus
Kristus menyatakan Bunda Maria sebagai ibu kepada Yohanes dan sebaliknya
menyatakan kepada Bunda Maria bahwa Yohanes adalah anaknya (Yohanes 19:26).
Sabda Yesus yang signifikan ini merujuk kepada Maria sebagai hawa yang
baru, hawa yang kedua. Yohanes mewakili seluruh umat Kristen dan dengan
demikian Bunda Maria menjadi ibu bagi segenap umat manusia (Lukas 1:48).
Rasul Yohanes mengarang Kitab Injil ke-empat, tiga
Surat Yohanes, dan Kitab Wahyu. Injil karangannya punya karakter yang
berbeda secara menyolok. Kalau Injil Matius, Markus dan Lukas dikategorikan
sebagai Injil sinoptik - disebut demikian karena isinya berupa ringkasan
ministri Yesus -, Injil Yohanes ditulis dengan 'gaya bebas' dan topikal,
sesuai tujuan yang ingin dicapai oleh sang penulis, dan mengandung makna
teologis yang mendalam. Menurut tradisi, dia dibawa ke Roma dan atas perintah
Kaisar Domitian dia dimasukkan kedalam belanga berisi minyak mendidih
tetapi Yohanes selamat tanpa cedera sedikitpun. Yohanes lantas diasingkan
ke pulau Patmos selama setahun.
Rasul Yohanes adalah satu-satunya diantara bilangan
para Rasul, yang diketahui secara pasti tidak meninggal sebagai martir.
Menarik untuk direnungkan apa yang dikatakan oleh Yesus dalam Injil Yohanes
21:20,21,23 : Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang
dikasihi Yesus (yaitu Yohanes) sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang
pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata:
"Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"....Ketika
Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah
yang akan terjadi dengan dia ini?" .... Maka tersiarlah kabar di
antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Yohanes
memang sungguh-sungguh berumur panjang. Dia tinggal di Efesus di Asia
Kecil untuk beberapa lamanya dan masih hidup ketika Roma dipimpin oleh
Paus Santo Clement I yang suratnya kepada umat di Korintus sangat terkenal
dan dijadikan bahan bukti untuk mendukung otoritas Sri Paus. Yohanes meninggal
secara alami pada sekitar tahun 100 dan diatas makamnya dibangun gereja
yang megah. Akan tetapi berabad-abad sesudahnya, penguasa Islam merubah
gereja itu menjadi mesjid.
Dalam dunia seni, dia dilambangkan dengan seekor
elang, sebagai simbol kehebatan isi kitab Injil karangannya, potret kemampuan
dirinya yang menonjol dalam menyelami misteri-misteri Allah. Lambang lainnya
yaitu kaliks (piala) yang dililit oleh seekor ular menurut legenda dimana
dia diberikan piala berisi racun dalam suatu usaha untuk membunuhnya.
Dirayakan tiap tanggal 27 Desember (Ritus Roma/Latin) dan 8 Mei (Ritus
Bizantium/Timur).
Santo Filipus:
Lahir di Bethsaida, Galilea. Pada awalnya Santo Filipus mungkin
adalah murid Santo Yohanes Pembaptis. Hanya Injil Yohanes yang menyebutkan
dua kisah tentang Santo Filipus ini. Dia dipanggil oleh Yesus sendiri
dan dia membawa Natanael besertanya (Yohanes 1:43-51). Aksi Santo Filipus
selanjutnya bisa dibaca dalam Kisah Para Rasul 8:4-13. Menurut tradisi,
dia mewartakan Kabar Gembira di Phrygia dan menjadi martir dengan cara
disalibkan terbalik di Hierapolis, Yunani, pada masa pemerintahan Kaisar
Domitian.
Lambang Santo Filipus adalah sebuah salib yang didampingi
oleh dua bundaran yang melambangkan dua potong roti. Dua potong roti Ini
merujuk pada kata-kata Yesus yang ditujukan kepada Filipus mengenai pemberian
makan kepada ribuan orang dalam Injil Yohanes 6:5-7 ..berkatalah Ia
kepada Filipus: "Dimanakah kita akan membeli roti, supaya mereka
ini dapat makan?" Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab
Ia sendiri tahu apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya:
"Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini,
sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja." Dirayakan
tiap tanggal 3 Mei (Ritus Roma/Latin) dan 14 November (Ritus Bizantium/Timur).
Santo Bartolomeus (Natanael):
Satu hal yang diketahui pasti tentang Santo Bartolomeus adalah
namanya disebutkan dalam bilangan para Rasul. Namanya berarti "putera
Tolomai" (bar = bin = putera) dan dikenal juga sebagai Natanael dari
Kana, sahabat Filipus (Yohanes 1:43-51). Ia dibawa kepada Yesus oleh Filipus,
dimana Yesus memujinya sebagai orang Israel sejati yang tidak memiliki
kepalsuan didalamnya.
Menurut berbagai tradisi, dia mewartakan Kabar Gembira
di Etiopia, India, Persia dan Armenia, dimana dia menjadi martir dengan
cara dicacah dagingnya hidup-hidup dengan pisau dan dipenggal oleh raja
Astyages. Tempatnya meninggal adalah di Abanopolis, di tepi barat Laut
Kaspia. Dalam dunia seni, digambarkan memegang sebilah pisau, salah satu
alat yang dipakai untuk membunuhnya. Lambang Santo Bartolomeus adalah
tiga bilah pisau. Dirayakan tiap tanggal 24 Agustus (Ritus Roma/Latin)
dan 25 Agustus (Ritus Bizantium/Timur).
Santo Thomas Didimus:
Santo Thomas orang Yahudi yang termasuk dalam bilangan 12 rasul.
Ketika Yesus berkata bahwa Ia ingin kembali ke Yudea untuk mengunjungi
sahabatnya Lazarus yang menderita sakit keras (Yohanes 11), Thomas menyemangati
para rasul lainnya untuk ikut menemani Yesus dalam perjalanan yang penuh
bahaya maut. Pada perjamuan terakhir (Yohanes 14), ketika Yesus memberitahu
para muridNya bahwa Ia akan pergi untuk menyiapkan tempat bagi mereka
kemana mereka akan datang karena mereka juga tahu tempat dan jalannya,
Thomas berkata bahwa mereka tidak mengerti. Yesus lantas meyakinkan bahwa
Kristus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup.
Namun yang paling kita ingat dari Santo Thomas yaitu
keragu-raguannya akan Kebangkitan Yesus seperti disaksikan oleh para rasul
pada hari Minggu Paskah yang pertama (Yohanes 20:19-20). Delapan hari
sesudahnya, pada penampakan Kristus yang kedua, Yesus menegor Thomas dengan
lembut karena ketidak-percayaannya dan selanjutnya memberikan bukti-bukti
seperti yang dituntut oleh Thomas - tangan yang berlubang bekas paku dan
luka di lambungNya. Santo Thomas menjadi yakin akan Kebangkitan Yesus
dan dengan serta-merta berseru "Ya Tuhanku dan Allahku". Dengan
demikian Santo Thomas menyatakan pengakuan iman akan ke-Allah-an Yesus
(Yohanes 20:24-29). Santo Thomas juga disebut dalam peristiwa penampakan
Kebangkitan Yesus lainnya di tepi danau Tiberias (Yohanes 21).
Menurut tradisi, setelah para rasul berpisah setelah
peristiwa Pantekosta, Santo Thomas dikirim untuk mewartakan Kabar Gembira
di berbagai tempat dari Laut Kaspia, Parthian, Medes, sampai Teluk Persia
dan akhirnya mencapai India dimana banyak penduduk asli di negara bagian
Malabar menjadi Kristen dan menyebut diri mereka sebagai "umat Kristen
Thomas". Ritus khas mereka yaitu Syro-Malabar dan Syro-Malankara
adalah dua diantara 22 ritus yang dikenal dan diakui oleh Gereja Katolik.
Rasul Thomas menjadi martir di sekitar kota Madras, India di tempat yang
bernama Calamine; mati dengan cara ditombak.
Dalam dunia seni, Santo Thomas digambarkan berlutut
dihadapan Kristus yang bangkit dengan mulia, dan lambangnya adalah sebuah
penggaris-siku tukang kayu dan sebilah tombak, alat yang digunakan untuk
membunuhnya. Santo Thomas adalah santo pelindung para arsitek. Dirayakan
tiap tanggal 3 Juli (Ritus Roma/Latin) dan 6 Oktober (Ritus Bizantium/Timur).
Santo Matius, Penginjil:
Orang Galilea, salah satu dari ke-12 rasul. Rasul Matius adalah putera
Alfeus (Markus 2:14) dan dipanggil untuk menjadi rasul sewaktu sedang
duduk-duduk di kantor pajak di Kapernaum (Matius 9:9). Sebelum bertobat
ia bekerja sebagai pemungut cukai/pajak. Dia diidentifikasi sebagai Lewi
oleh Markus dan Lukas (Markus 2:13-17 dan Lukas 5:27-32). Santo Matius
adalah salah satu penulis Kitab Injil.
Injil Santo Matius ditulis untuk memenuhi
kebutuhan yang mendesak bagi orang Yahudi, baik mereka yang percaya maupun
yang tidak percaya. Bagi orang Yahudi Injil Matius dipergunakan untuk
memberi semangat bagi cobaan-cobaan yang akan datang, terutama kemungkinan
mereka kembali memeluk agama Yahudi. Bagi mereka yang tidak percaya, Injil
Matius didesain untuk meyakinkan mereka bahwa Mesias telah datang dalam
ujud Yesus dimana semua nubuat tentang Mesias telah terpenuhi secara spiritual
dan bukan secara fisik. "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini".
Oleh karenanya, Injil Matius menjawab pertanyaan yang diajukan oleh murid-murid
Santo Yohanes Pembaptis, "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah
kami menantikan orang lain?" (Matius 11:2-18)
Santo Matius menulis Injil dalam bahasa aslinya yaitu
bahasa Aram. Segera setelah itu, pada masa penindasan oleh raja Herodes
Agripa I di tahun 42, Santo Matius berangkat ke luar wilayah. Tradisi
lain menyebutkan bahwa Santo Matius menulis kitab Injilnya antara saat
keberangkatannya hingga Konsili Yerusalem, yaitu antara tahun 42 dan 50.
Yang pasti, Injilnya yang menggambarkan Kota Suci, Yerusalem, dengan altar
dan Bait Suci (sinagoga) yang masih utuh dan tanpa referensi kepada pemenuhan
nubuat oleh Yesus, menunjukkan bahwa Injilnya ditulis sebelum penghancuran
kota Yerusalem oleh orang-orang Romawi di tahun 70 dan bukti-bukti ini
menguatkan tradisi sebelumnya.
Menurut berbagai tradisi, dia mewartakan Kabar Gembira
di Yudea, Etiopia, Persia dan Parthia, dan menjadi martir. Dalam dunia
seni, digambarkan sebagai orang suci yang bersayap karena perannya sebagai
Penginjil (Evangelis) dan Injilnya yang menggambarkan sifat-sifat manusiawi
Yesus Kristus. Lambangnya adalah tiga kantung uang yang merujuk pada pekerjaannya
sebagai pemungut cukai/pajak sebelum ia dipanggil untuk mengikuti Yesus.
Dirayakan tiap tanggal 21 September (Ritus Roma/Latin) dan 16 November
(Ritus Bizantium/Timur).
Santo Yakobus (kecil):
Anak Alfeus Kleofas, menulis salah satu surat dalam Kitab Perjanjian
Baru, yaitu Surat Yakobus. Ibunya, Maria, adalah saudari perempuan atau
kerabat dekat dari Bunda Maria. Oleh karena itu, sesuai adat Yahudi, dia
sering disebut sebagai saudara Yesus. Bahasa Aram tidak memiliki kata
yang terpisah untuk membedakan sebutan kakak/adik kandung, sepupu atau
misan. Dia disebut "kecil" karena dia lebih muda umurnya atau
lebih kecil postur tubuhnya dibanding Santo Yakobus Besar (Yakobus bin
Zebedeus).
Rasul Yakobus bin Alfeus memegang peran penting dalam
komunitas Kristen di Yerusalem. Menurut tradisi, dia adalah Uskup Yerusalem
yang pertama dan hadir dalam Konsili Yerusalem di tahun 50 (Kisah Para
Rasul 15). Tradisi mengakui bahwa ia sebagai pengarang Surat Yakobus.
Bukti-bukti berupa bahasa, gaya tulisan, dan ajaran dalam surat tersebut
menunjukkan pengarangnya sebagai seorang Yahudi yang paham akan Kitab
Perjanjian Lama, dan seorang Kristen yang paham akan ajaran-ajaran Injil.
Bukti-bukti lain dari para Bapa Gereja dan Konsili-konsili Gereja menguatkan
keaslian dan kanonitas Surat Yakobus. Tanggal surat itu ditulis tidak
diketahui dengan pasti. Ada yang percaya bahwa surat itu ditulis tahun
49, sementara lainnya menduga surat itu ditulis setelah Santo Paulus menulis
surat kepada umat di Roma (tahun 57-58). Mungkin juga ditulis pada sekitar
tahun 60 - 62.
Dia menjadi martir, dilempar kebawah dari atap Sinagoga/Bait
Allah di Yerusalem dan dibunuh dengan cara dilempari batu atau dihabisi
dengan sepotong pemukul. Ahli sejarah pada waktu itu, Eusebius dan Hegesippus
menyatakan bahwa Santo Yakobus menjadi martir iman, dibunuh oleh orang-orang
Yahudi pada musim semi tahun 62. Mereka sangat mengagumi sifat perilakunya
dan menjulukinya "Yakobus si orang benar". Dalam dunia seni,
digambarkan dengan sebilah tongkat pemukul atau gada besar. Dirayakan
tiap tanggal 3 Mei (Ritus Roma/Latin) dan 9 Oktober (Ritus Bizantium/Timur).
Santo Yudas Thadeus:
Santo Yudas dikenal juga sebagai Thadeus, adalah saudara Santo
Yakobus kecil, dan juga kerabat Yesus. Dia menulis salah satu surat dalam
Kitab Perjanjian Baru, yaitu Surat Yudas.
Berbagai tradisi menyebutkan bahwa ia mewartakan
Kabar Gembira di Yudea, Samaria, Idumaea, Siria, Mesopotamia, Persia dan
Libia. Menurut sejarawan Eusebius, Santo Yudas Thadeus kembali ke Yerusalem
pada tahun 62 dan membantu pemilihan saudaranya, Santo Simeon, sebagai
Uskup Yerusalem. Dia juga menulis surat kepada Gereja-gereja di Timur,
terutama kepada kaum Yahudi Kristen yang ditujukan untuk melawan pembangkangan/penyelewengan
kaum Simonian, Nikolait, dan Gnostik. Santo Yudas Thadeus dikabarkan menjadi
martir di Armenia yang waktu itu dibawah kekuasaan Persia. Santo Yudas
Thadeus adalah murid yang menanyakan Yesus pada perjamuan terakhir mengapa
Ia tidak memanifestasikan diriNya kepada seluruh dunia setelah KebangkitanNya.
Menurut legenda dia mengunjungi Beirut dan Edessa
dan mungkin menjadi martir di Persia bersama Santo Simon. Doa-doa kepada
Santo Yudas dipanjatkan dalam situasi-situasi yang sangat genting karena
suratnya dalam Perjanjian Baru menekankan bahwa umat harus bertekun/tabah
dalam situasi yang berat, kondisi-kondisi sulit, sama seperti para pendahulu
kita. Oleh karena itu Santo Yudas Thadeus adalah santo pelindung kasus-kasus
yang genting. Devosi terhadap Santo Yudas Thaddeus, yang disebut sebagai
Santo bagi hal-hal yang mustahil (The Saint of the impossibles) cukup
populer dan digalakkan di Amerika Serikat dan berbagai negara lain.
Dalam dunia seni, dilambangkan dengan sebuah halberd
(sejenis senjata yang merupakan gabungan dari kampak dan tombak, seperti
yang sering dipakai di abad pertengahan), yang merupakan alat yang dipakai
untuk membunuhnya. Dirayakan tiap tanggal 28 Oktober (Ritus Roma/Latin)
dan 19 Juni (Ritus Bizantium/Timur).
Santo Simon:
Disebut orang Kanaan atau Zealot (Matius 10:4, Markus 3:18, Lukas
6:15) karena menjalani hukum Yahudi dan hukum Kanaan secara ketat. Menurut
legenda, Santo Simon mewartakan Kabar Gembira di berbagai tempat di Timur
Tengah dan didampingi oleh Santo Yudas Thadeus dalam berbagai perjalanan
misionarisnya. Dia menjadi martir dengan cara digergaji tubuhnya dibelah
dua.
Dalam dunia seni dilambangkan dengan sebilah gergaji,
alat yang dipakai untuk membunuhnya, atau dilambangkan dengan sebuah buku,
simbol semangatnya akan Hukum Allah. Dirayakan tanggal 28 Oktober (Ritus
Roma/Latin) dan 10 Mei (Ritus Bizantium/Timur).
Santo Matias:
Tindakan para rasul yang pertama setelah Yesus naik ke surga
adalah memilih pengganti Yudas Iskariot. Mereka memfokuskan diri untuk
mencari rasul kedua belas. Angka dua belas penting bagi bangsa yang terpilih,
karena mewakili ke-12 suku bangsa Israel. Kalau Israel yang Baru datang
dari murid-murid Yesus, maka dibutuhkan rasul ke-12. Tetapi Yesus telah
memilih ke-12 rasul, bagaimana mereka tahu siapa yang akan mereka pilih?
Seratus dua puluh orang berkumpul dan berdoa di ruang atas ketika Petrus
berdiri untuk mengajukan cara melakukan pemilihan. Petrus menentukan kriterianya:
rasul yang baru harus sudah menjadi murid Yesus sejak awal dan tetap setia
ketika banyak orang meninggalkan Yesus karena ajaran-ajaranNya. Dua orang
memenuhi kriteria: Matias dan Yusuf yang disebut Barsabas. Mereka membuang
undi dan Matias terpilih untuk ditambahkan kedalam bilangan 12 rasul (Kisah
Para Rasul 1:15-26).
Beberapa tradisi melaporkan bahwa Santo Matias mewartakan
Kabar Gembira di Palestina, Kapadokia atau Etiopia. Dia meninggal sebagai
martir. Dalam dunia seni dilambangkan dengan sebuah salib dan sebuah halberd
(semacam kampak dengan ujung tombak), alat yang dipergunakan untuk membunuhnya.
Lambang lainnya adalah sebilah kapak dengan buku putih terbuka yang bertuliskan
"super Mathiam". Dirayakan tiap tanggal 14 Mei (Ritus Roma/Latin)
dan 9 Agustus (Ritus Bizantium/Timur).
Santo Paulus:
Lahir di Tarsus, dari suku keturunan Benyamin, dan seorang warganegara
Roma. Dia turut mengambil bagian dalam menindas umat Kristen sampai pada
saat pertobatannya yang mukjijat di tengah perjalanannya ke Damsyik (Damaskus,
Siria) (Kisah Para Rasul 9:1-18). Ia mendapat panggilan dari Yesus Kristus
sendiri, yang menyatakan diri-Nya kepada Paulus dengan cara yang khusus.
Dia menjadi rasul yang tidak kenal lelah bagi kaum non-Yahudi.
Dia tetap tinggal di Damaskus untuk beberapa hari
setelah pembaptisannya dan lantas menuju ke Arabia mungkin selama satu
dua tahun untuk mempersiapkan aktivitas misionarisnya. Sekembalinya ke
Damaskus, dia tinggal disana untuk beberapa waktu, berkhotbah di sinagoga-sinagoga
bahwa Yesus adalah Kristus, Putera Allah. Hal ini membangkitkan kebencian
orang Yahudi dan dia harus melarikan diri dari sana. Dia lantas pergi
ke Yerusalem untuk menemui Petrus dan bersilaturahmi kepada sang kepala
Gereja.
Dalam perjalanan misionarisnya yang pertama bersama
Barnabas, Paulus mendirikan gereja-gereja di seluruh Asia Kecil: Pisidian,
Antiokia, Iconium, Lystra dan Derbe. Setelah Konsili Yerusalem, Paulus
ditemani oleh Silas, dan kemudian oleh Timotius dan Lukas melakukan perjalanan
misionaris keduanya. Pada perjalanan misionarisnya yang ketiga, Paulus
mengunjungi tempat-tempat yang sama dan sempat tinggal di Efesus selama
hampir tiga tahun. Dia dipenjarakan selama dua tahun di kota Roma, setelah
sebelumnya ditangkap di Yerusalem (Kisah Para Rasul 21:30) dan dipenjarakan
di Kaisarea (Kisah Para Rasul 23:23-24). Menurut tradisi, setelah dua
tahun Santo Paulus dibebaskan dari penjara Roma dan lantas melakukan perjalanan
ke Spanyol, lalu kembali ke Timur, dan kembali lagi ke Roma dimana dia
kembali dipenjarakan untuk kedua kalinya. Akhirnya dia menjadi martir
di Roma dengan cara dipenggal, di luar tembok-tembok kota pada tahun 67
selama penindasan oleh Kaisar Nero. Tempat ia dipenggal dikenal dengan
nama Tre Fontane (Three Fountains - Tiga Mata Air) karena munculnya tiga
mata air yang mukjijat di tempat kepalanya jatuh ke bumi.
Tidak kurang dari 14 surat-surat dalam Kitab Perjanjian
Baru ditulis olehnya. Akan tetapi bisa dipastikan bahwa Santo Paulus menulis
lebih banyak lagi surat-surat yang telah hilang. Dalam surat-suratnya
Santo Paulus menunjukkan bahwa ia adalah seorang pemikir religius yang
sangat menonjol dan perannya yang masih dapat dirasakan dalam perkembangan
iman Kristiani.
Dalam dunia seni, dia digambarkan secara
bermacam-macam, juga bersama-sama dengan Santo Petrus, diantaranya dengan
sebilah pedang dalam adegan pertobatannya. Lambangnya adalah sebilah pedang
dibelakang sebuah buku terbuka yang bertuliskan "Spiritus Gladius"
(=Pedang Roh). Dirayakan tiap tanggal 29 Juni (berbareng dengan Santo
Petrus) dan 25 Januari (pertobatannya).
Santo Barnabas:
Orang Yahudi yang lahir di Siprus (Kisah Para Rasul 4:36-37).
Nama aslinya Yusuf tetapi dinamakan Barnabas oleh para Rasul (Kisah Para
Rasul 4:36), dimana dia dihargai sebagai seorang rasul oleh karena kerjasamanya
dengan Rasul Paulus (a.l. Kisah Para Rasul 11:19-30). Merupakan sepupu
Santo Markus dan anggota komunitas Kristen di Yerusalem.
Dia menjual harta bendanya dan menyerahkan uang hasil
penjualan kepada para rasul. Dia meyakinkan para Rasul untuk menerima
Paulus (Kisah Para Rasul 9:27), dan dikirim ke Antiokia, Siria untuk menengok
umat Kristen disana dan membawa Paulus besertanya. Bersama Paulus, dia
membawa sumbangan umat Antiokia kepada umat di Yerusalem waktu terjadi
bencana kelaparan, dan kembali ke Antiokia bersama sepupunya, Santo Yohanes
Markus. Mereka bertiga melakukan perjalanan misionaris ke Siprus, Perga
(dimana Yohanes Markus melanjutkan ke Yerusalem) dan Antiokia di Pisidia
dimana Paulus dan Barnabas ditolak habis-habisan oleh orang Yahudi sehingga
mereka memutuskan untuk mewartakan Injil kepada kaum pagan. Mereka lalu
melanjutkan ke Ikonium dan Listra di Lycaonia, dimana awalnya mereka dianggap
sebagai dewa dan kemudian dilempari batu dan diusir dari kota. Mereka
kembali ke Antiokia di Siria.
Ketika ada perselisihan mengenai hukum agama orang
Yahudi Kristen, Paulus dan Barnabas pergi ke Yerusalem, dimana dihadapan
konsili, diputuskan bahwa kaum non-Yahudi tidak perlu disunat untuk dibaptis.
Sekembalinya mereka ke Antiokia, Barnabas ingin membawa serta Yohanes
Markus, tetapi Paulus menolak karena Yohanes Markus meninggalkan mereka
di Perga. Paulus dan Barnabas berpisah, dan Barnabas kembali ke Siprus
bersama-sama dengan Yohanes Markus. Tidak ketahuan lagi berita selanjutnya,
namun dipercaya bahwa Barnabas dan Paulus akhirnya berdamai.
Tradisi menyebutkan bahwa ia menjadi martir di Salamis,
Siprus pada tahun 61 selama penindasan terhadap umat Kristen oleh Kaisar
Nero. Lambangnya adalah 6 mawar berbentuk segitiga terbalik. Dirayakan
tiap tanggal 11 Juni.
Santo Lukas, Penginjil:
Santo Lukas adalah pengarang Injil Lukas dan Kisah Para Rasul (Kisah Para
Rasul 1:1), dan disebutkan sebagai "tabib yang kekasih" oleh
Rasul Paulus (Kolose 4:14), yang didampinginya selama tugas-tugas misionaris
Santo Paulus (Kisah Para Rasul 16:10-40).
Santo Lukas adalah orang Yunani yang menjadi Kristen,
satu-satunya pengarang Injil yang bukan Yahudi. Dalam surat Kolose 4:10-14,
Rasul Paulus menyebutkan sahabat-sahabat yang bersamanya dari golongan
mereka yang bersunat, dengan kata lain Yahudi, dan dia tidak memasukkan
Santo Lukas dalam group ini. Injil Lukas adalah satu-satunya yang menyebutkan
perumpamaan "orang Samaria yang baik hati" (Lukas 10:25-37),
Yesus yang memuji iman kaum non-Yahudi seperti janda di Sarfat di tanah
Sidon dan Naaman orang Siria (Lukas 4:25-27), dan kisah seorang Samaria
penderita kusta yang berterima kasih (Lukas 17:11-19). Hanya dari Injil
Lukas kita mendapat nyanyian pujian Maria (magnificat). Menurut sejarawan
Eusebius, Santo Lukas lahir di Antiokia, Siria.
Pada masa kini, kita berasumsi bahwa seorang dokter
pastilah kaya-raya. Tetapi para teolog melontarkan argumentasi bahwa mungkin
Santo Lukas dilahirkan sebagai budak. Tidak jarang bagi keluarga-keluarga
kaya pada jaman itu untuk mendidik budaknya dalam bidang obat-obatan,
supaya mereka mempunyai dokter pribadi. Tidak hanya melalui kata-kata
Santo Paulus, tetapi juga Santo Jerome, Santo Irenaeus, Caius - penulis
abad kedua, mereka semua menuliskan bahwa Lukas adalah seorang dokter.
Untuk mengikuti jejak-jejak pelayanan Santo Lukas,
kita harus meneliti Kisah Para Rasul. Kita tidak memiliki informasi kapan
Santo Lukas bertobat dan menjadi Kristen, tetapi dengan meneliti tulisan
pada kitab tersebut, kita bisa melihat dimana dia bergabung dengan Santo
Paulus. Kisah Para Rasul ditulis dengan perspektif orang-ketiga, seperti
seorang sejarahwan menuliskan fakta-fakta sejarah, sampai dengan pasal
ke enam belas. Pada Kisah Para Rasul 16:8-9, kita mendengar pendamping
Paulus "Setelah melewati Misia, mereka sampai di Troas. Pada
malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia
berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: 'Menyeberanglah kemari
dan tolonglah kami!'" Lalu tiba-tiba di pasal 16:10 kata "mereka"
berubah menjadi "kami": "Setelah Paulus melihat penglihatan
itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena
dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan bahwa Allah telah memanggil
kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana." Jadi
Santo Lukas bergabung dengan rombongan Paulus pertama kali di Troas pada
sekitar tahun 51 dan menemaninya ke Makedonia dimana mereka melewati Samotrake,
Neapolis, dan akhirnya Filipi. Santo Lukas lantas kembali merobah gaya
tulisan ke orang ketiga yang agaknya menunjukkan bahwa ia tidak dimasukkan
ke penjara bersama-sama dengan Santo Paulus dan bahwa ketika Paulus dibebaskan
dan meninggalkan Filipi, Santo Lukas tetap tinggal disana untuk mendukung
Gereja disana. Tujuh tahun berlalu sebelum Santo Paulus kembali ke daerah
itu dalam perjalanan misionarisnya yang ketiga. Dalam pasal 20:5, kembali
digunakan kata "kami" yang menunjukkan bahwa Santo Lukas telah
meninggalkan Filipi untuk bergabung dengan Santo Paulus pada tahun 58
di Troas, di tempat mereka pertama kali bergabung. Mereka berkelana bersama
melalui Miletus, Tire, Kaisarea ke Yerusalem. Lukas adalah pendamping
yang setia yang tinggal bersama Santo Paulus ketika ia dipenjarakan di
Roma sekitar tahun 61: "Salam kepadamu dari Epafras, temanku
sepenjara karena Kristus Yesus dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan
Lukas, teman-teman sekerjaku" (Filemon 1:23-24). Dan semua orang
lain meninggalkan Santo Paulus sewaktu ia dipenjara dan sengsara terakhir
kalinya, adalah Santo Lukas yang tetap tinggal bersama Santo Paulus "Hanya
Lukas yang tinggal dengan aku" (2 Timotius 4:11).
Inspirasi dan informasi bagi Injilnya dan Kisah Para
Rasul berasal dari hubungannya yang erat dengan Santo Paulus dan rombongannya
seperti yang Lukas jelaskan dalam pembukaan Injilnya: "Teofilus
yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang
peristiwa-peristiwa yang telah terjadi diantara kita, seperti yang disampaikan
kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan
Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan
seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya
dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu
yang diajarkan kepadamu sungguh benar."
Perspektif Santo Lukas yang unik akan Yesus bisa
dilihat dalam enam mukjijat dan delapan belas perumpamaan yang tidak ditemui
dalam Injil yang lain. Injil Santo Lukas adalah Injil bagi orang miskin
dan keadilan sosial. Hanya Injil Lukas yang mengisahkan tentang Lazarus
dan Orang Kaya (Lukas 16:19-31). Santo Lukas-lah yang menggunakan "Berbahagialah
orang miskin..." dan bukannya "Berbahagialah orang
yang miskin dihadapan Allah" dalam Sabda Kebahagiaan (Lukas
6:20-26, Matius 5:1-12). Hanya dalam Injil Lukas kita mendengar Nyanyian
Pujian Maria dimana Maria menyatakan bahwa "Allah menurunkan
orang-orang yang berkuasa dari tahtanya dan meninggikan orang-orang yang
rendah. Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar dan menyuruh
orang kaya pergi dengan tangan hampa" (Lukas 1:52-53)
Santo Lukas juga punya hubungan yang khusus dengan
wanita-wanita dalam hidup Yesus, terutama Bunda Maria. Hanya dalam Injil
Lukas kita mendengar kisah tentang pemberitahuan akan kelahiran Yesus,
kunjungan Maria ke Elisabet, Nyanyian Pujian Maria, Yesus dipersembahkan
di Bait Allah, dan Yesus yang hilang di Yerusalem. Kepada Santo Lukas-lah
kita harus berterima kasih atas bagian ayat-ayat Alkitab dari doa Salam
Maria: "Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu" yang diucapkan
oleh malaikat Gabriel dan "Terpujilah engkau diantara wanita dan
terpujilah buah tubuhmu, Yesus" yang diucapkan oleh sepupunya, Elisabet.
Pengampunan dan belas kasih Allah kepada para pendosa
juga sangat penting bagi Santo Lukas. Hanya dalam Injil Lukas kita mendengar
kisah tentang anak yang hilang (Lukas 15:11-32). Hanya dalam Injil Lukas
kita mendengar wanita pendosa yang membasuh kaki Yesus dengan airmatanya
(Lukas 7:36-50). Sepanjang Injil Lukas, Yesus berpihak kepada yang ingin
kembali kepada kemurahan Tuhan. Membaca Injil Lukas memberi gambaran yang
jelas akan sifatnya yang mengasihi orang miskin, yang menginginkan pintu
Kerajaan Allah terbuka bagi semua orang, yang menghargai para wanita,
yang melihat adanya harapan belaskasih Allah bagi semua orang.
Kisah Santo Lukas setelah meninggalnya Santo Paulus
tidak diketahui dengan pasti. Beberapa penulis sejarah mengatakan bahwa
ia menjadi martir, sementara lainnya mengatakan ia berumur panjang. Dalam
dunia seni, dia digambarkan dengan seekor lembu atau domba (karena Injil
karangannya dimulai dengan adegan kurban persembahan di Sinagoga/Bait
Suci). Lambangnya adalah seekor lembu yang bersayap. Santo Lukas adalah
santo pelindung para dokter dan ahli bedah. Dirayakan tiap tanggal 18
Oktober.
Santo Markus, Penginjil:
Nama lengkapnya, Yohanes Markus (Kisah Para Rasul 15:37). Dia
adalah sepupu Santo Barnabas dan merupakan anggota komunitas Kristen yang
pertama di Yerusalem. Baik Santo Yohanes Markus maupun ibunya dihormati
oleh komunitas Gereja purba dan rumah ibunya sering digunakan sebagai
tempat berkumpul bagi umat Kristen.
Dia mendampingi Santo Paulus dan Santo Barnabas dalam
tugas-tugas misionaris mereka (Kisah Para Rasul 12:12 dan 15:35-41) melalui
pulau Siprus. Lalu dia hanya mendampingi Santo Barnabas. Kemudian dia
juga berada di Roma bersama Santo Paulus dan Santo Petrus (1 Petrus 5:13).
Dia menulis Kitab Injil kedua mungkin di Roma sebelum
tahun 60. Dia menulis Injilnya dalam bahasa Yunani bagi kaum non-Yahudi
yang menjadi Kristen. Injil karangannya adalah yang paling pendek diantara
keempat kitab Injil. Menurut tradisi Santo Markus diminta oleh orang-orang
Romawi untuk menuliskan ajaran-ajaran Santo Petrus. Hal ini dikuatkan
oleh posisi Santo Petrus dalam Injil Markus. Injil Markus melukiskan hidup
Yesus melalui pandang mata Santo Petrus, pemimpin para rasul.
Menurut tradisi dia mendirikan Gereja
di Alexandria, Mesir, dan menjadi uskup disana, dan menjadi martir di
jalanan kota tersebut. Dalam dunia seni, dia dilambangkan dengan seekor
singa yang bersayap, yang melambangkan Santo Yohanes Pembaptis sebagai
suara yang berseru-seru di padang gurun, seperti tertulis pada awal Kitab
Injil karangan Santo Markus. Dirayakan tiap tanggal 25 April
Yudas Iskariot:
Kitab-kitab Injil hanya menulis sedikit fakta-fakta seputar Yudas Iskariot,
sang rasul yang menghianati Kristus. Satu-satunya orang non-Galilea diantara
bilangan ke-12 Rasul, dia berasal dari Carioth, sebuah kota di sebelah
selatan Yudea. Dia adalah bendaharawan para Rasul. Dia disebut sebagai
maling kecil oleh Santo Yohanes. Dialah yang menyuarakan ketidak-senangannya
akan penghamburan uang, yang disebutnya bisa digunakan bagi orang-orang
miskin, sehubungan dengan peristiwa pengurapan Yesus di Betania. Dia berinisiatif
mengatur penghianatan terhadap Yesus Kristus. Setelah itu, dia mengaku
bahwa dia telah menghianati seorang yang tidak bersalah dan membuang uang
yang telah diterima sebagai pembayarannya ke dalam Bait Allah. Mengenai
kematiannya, Matius mengatakan bahwa Yudas menggantung diri, sedangkan
Kisah Para Rasul menyatakan bahwa ia jatuh tertelungkup, perutnya terbelah
dan isinya menghambur keluar. Kedua laporan ini lebih menekankan segi
makna daripada cara Yudas meninggal - yaitu kesengsaraan kematian seorang
pendosa. Konsensus umum tentang sebab mengapa Yudas berhianat terhadap
Yesus difokuskan pada imaginasi Yudas yang salah dan penolakan untuk menerima
konsep Juru Selamat (Mesiah, Kristus) yang menderita, dan penderitaan
dirinya sendiri sebagai seorang Rasul.
|