 |
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
 |
Pasal 7: Umat manusia
dan tujuan hidup ini
"Janganlah kamu mengumpulkan harta
di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar
serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di
sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar
serta mencurinya. Karena dimana hartamu berada, disitu pula hatimu
berada." (Matius 6:19-21)
Apakah yang dimaksud dengan seorang manusia?
Suatu mahluk yang memiliki jiwa
dan raga.
"Namun Engkau telah
membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan
kemuliaan dan hormat." (Mazmur 8:6)
Apakah yang dimaksud dengan jiwa?
Ialah bagian spiritual dari manusia
yang tidak akan pernah mati.
"Berfirmanlah Allah:
'Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,"
(Kejadian 1:26)
Dibagian manakah dalam dirimu berdiam
jiwamu?
Di setiap bagian yang hidup dari
dirimu.
Apakah jiwamu itu sungguhan?
Ya, sama sungguhnya seperti tubuhmu.
Bagaimana kamu tahu bahwa kamu memiliki
jiwa?
Kamu bisa melakukan hal-hal yang
spiritual - kamu bisa berpikir, melakukan hal-hal tanpa dipaksa,
menolak untuk melakukan hal-hal, membuat benda-benda, menikmati
humor, atau buku, atau film, berbicara, mengerjakan berbagai pekerjaan.
Binatang tidak dapat melakukan hal-hal seperti ini. Yang membuat
kamu bisa melakukan hal-hal tersebut adalah jiwamu.
Darimana jiwa itu berasal?
Allah menciptakan jiwamu dan menyatukannya
dengan tubuhmu yang sangat kecil dan belum berkembang, dalam rahim
ibumu.
Berapa lama jiwa dan raga kita tinggal
bersama-sama?
Sampai ajal, yang disebabkan oleh
pemisahan atas jiwa dan raga.
"dan debu kembali menjadi
tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya."
(Pengkhotbah 12:7) "Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu
tidak tahu akan hari maupun akan saatnya." (Matius 25:13)
Apa yang akan terjadi pada tubuhmu ketika
engkau meninggal?
Tubuhmu akan membusuk dan diserap
oleh bumi darimana ia berasal.
"sebab engkau debu dan
engkau akan kembali menjadi debu." (Kejadian 3:19)
Apa yang akan terjadi dengan jiwamu ketika
engkau meninggal?
Jiwamu akan dihakimi oleh Allah
dan akan pergi ke surga atau ke neraka.
"Dan sama seperti manusia
ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi."
(Ibrani 9:27)
Apakah jiwamu akan pernah bersatu lagi
dengan tubuhmu?
Ya, pada Hari Penghakiman Allah
akan mengambil kembali tubuhmu dari bumi dan menggabungkannya dengan
jiwamu. Inilah Kebangkitan.
"Sesungguhnya aku menyatakan
kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita
semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri
yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan
dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa." (1 Korintus
15:51-52)
Setelah Kebangkitan, apakah jiwa dan
ragamu akan selalu bersama-sama?
Ya, baik jiwa dan raga akan tinggal
bersama selamanya, apakah itu di surga atau di neraka.
"Sebab kita semua harus
menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh
apa yang patut diterimanya, sesuai dengan apa yang dilakukannya
dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat." (2 Korintus 5:10)
Kapankah Hari Penghakiman itu terjadi?
Tak seorangpun tahu kecuali Allah
sendiri.
"Tetapi tentang hari
dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga
tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri." (Matius 24:36)
Bagaimana kamu harus bersiap-siap untuk
Hari Penghakiman?
Berdoa secara terus menerus, berjuang
untuk tumbuh dalam kasih kepada Allah dan sesama setiap harinya,
mematuhi segala perintah-perintah Allah, melakukan penitensi atas
dosa-dosamu.
"Jagalah dirimu, supaya
hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan
duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas
dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk
bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu
beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan
supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia." (Lukas
21:34-36)
Lantas, apa sesungguhnya tujuan hidup
ini?
Untuk memuliakan Allah dengan selalu
berusaha untuk mengenal dan mengasihi dan melayani-Nya dengan lebih
baik dan dengan menolong orang-orang lain untuk berbuat hal yang
sama.
"Apa gunanya seorang
memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena
apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?" (Markus
8:36-37)
"Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: 'Hari ini atau besok
kamu berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun
dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamut idak tahu
apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama
seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya
kamu harus berkata: 'Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup
dan berbuat ini dan itu.' Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam
congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. Jadi
jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak
melakukannya, ia berdosa." (Yakobus 4:13-17)
|