 |
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
 |
Pasal 9: Surga
Lihatlah, betapa besarnya kasih yang
dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah,
dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal
kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih,
sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan
kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan
diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti dia, sebab kita akan melihat
Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh
pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang
adalah suci. (1 Yohanes 3:1-3)
Apakah Surga itu?
Suatu "tempat" dan keadaan
bahagia yang sempurna bersama Allaah dalam hidup yang selanjutnya.
"Apa yang tidak pernah
dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang
tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan
Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1 Korintus 2:9)
Siapakah yang akan masuk ke surga?
Hanya mereka yang memiliki rahmat
dalam jiwa mereka pada saat ajal.
Dan Raja itu akan berkata
kepada mereka yang disebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati
oleh Bapa-Ku, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak
dunia dijadikan. (Matius 25:34)
Apakah kebahagian surgawi itu?
Bertemu muka, melihat Allah sebagaimana
Dia adanya dan memiliki-Nya dalam kasih untuk selama-lamanya.
Karena sekarang kita melihat
dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita
akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan
tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna,
seperti aku sendiri dikenal. (1 Korintus 13:12)
Mengapa hidup di Surga memberikan kebahagiaan
yang sempurna?
Karena Allah menciptakan kamu bagi
Diri-Nya sendiri dengan cara yang sedemikian rupa sehingga kamu
dapat dan akan menemukan sukacita dan kepuasan yang sempurna hanya
dalam Diri-Nya saja.
"Engkau telah menciptakan
kami bagi Diri-Mu sendiri, ya Tuhan, dan hati kami tidak akan pernah
tenang sampai mereka beristirahat dalam Engkau." (Santo Agustinus)
Apakah setiap orang akan mendapat kebahagiaan
yang sama di surga?
Tidak, kebahagiaan sebagian orang
akan lebih besar daripada yang lainnya, tetapi setiap orang akan
menjadi sebahagia mungkin.
Mengapa sebagian orang memiliki kebahagiaan
yang lebih besar daripada yang lainnya?
Karena sebagian orang tersebut
akan melihat Allah dengan lebih jelas.
"Sebab Anak Manusia
akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya;
pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya."
(Matius 16:27)
Mengapa sebagian orang tersebut bisa
melihat Allah lebih jelas?
Karena mereka meninggal dengan
kasih yang lebih besar kepada Allah dan rahmat yang lebih besar
dalam diri mereka.
"dan masing-masing akan
menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri." (1 Korintus
3:8)
Lantas, bagaimana semestinya kamu menjalani
waktumu di dunia?
Dengan bertekun untuk tumbuh dalam
rahmat sebanyak mungkin sebelum kamu meninggal.
"Bekerjalah, bukan untuk
makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan
sampai kepada hidiup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia
kepadamu." (Yohanes 6:27)
"Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama
masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang
dapat bekerja." (Yohanes 9:4)
Apakah akan ada duka nestapa atau sengsara
di surga?
Tidak. Juga tidak akan ada rasa
sakit, godaan atau dosa, melainkan sukacita yang utuh dan abadi.
Dan Ia akan menghapus segala
air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan adalagi; tidak akan
ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala
sesuatu yang lama itu telah berlalu. (Wahyu 21:4)
Apakah kamu akan mengenali sanak keluarga
dan sahabatmu di surga?
Ya! Dan juga para malaikat dan
orang kudus.
"Demikianlah kamu bukan
lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang
kudus dan anggota-anggota keluarga Allah" (Efesus 2:19)
Hal apakah yang bisa menghalangi kamu
untuk masuk ke surga?
Meninggal sementara masih memiliki
dosa serius yang mana kamu belum sepenuhnya bertobat.
Tetapi tidak akan masuk ke
dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian
atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab
kehidupan Anak Domba itu. (Wahyu 21:27)
Berapa sering kita harus berdoa supaya
bisa masuk surga?
Sesering mungkin karena inilah
tujuan hidupmu yang terutama.
Seperti rusa yang merindukan
sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup, Bilakah aku boleh
datang melihat Allah? (Mazmur 42:2-3)
Bahan Renungan
Kita menjadi bosan akan hal-hal enak dari dunia
ini karena mereka hanya memiliki nilai kebaikan dan keindahan dan
daya tarik yang terbatas. Karena Allah memiliki segala kesempurnaan
yang tak terbatas, Dia akan menjadi bagi kita sumber dari sukacita
sempurna yang tiada akan pernah berakhir. Kita tidak akan pernah
merasa lesu atau bosan di Surga. Pengetahuan itu sendiri bahwa kebahagian
surgawi kekal sifatnya, sudah memadai sebagai sukacita tambahan.
Ketika Santa Bernadette menjelang ajal, dia
berkata-kata dengan penuh penyesalan bagi mereka yang kurang menginginkan
Surga. "Sedangkan bagi saya," dia berkata, "tidak
demikian halnya. Marilah kita memutuskan untuk masuk ke surga. Mari
kita bekerja untuk itu, menderita untuk itu. Hal-hal lain tidak
masuk hitungan."
|