 |
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
 |
Robert Bellarminus
(1542-1621)
Pujangga Gereja
Pesta: 17 September
Pada
tanggal 3 Maret 1599, Sri Paus Klemen VIII mengangkat Robert Bellarminus,
teolog dan pakar Yesuit menjadi Kardinal di Gereja Katolik Roma.
Selama masa pontifikatnya yang berlangsung antara tahun 1592 sampai
1605, Klemen sudah dikenal dengan tradisinya mengangkat figur-figur
yang menonjol ke dalam ranking Kardinal, seperti misalnya sejarawan
Gereja yang menonjol Cesare Baronio yang diangkat menjadi Kardinal
pada tahun 1596. Akan tetapi, sewaktu mengangkat Robert Bellarminus,
Sri Paus melangkah lebih jauh dengan memberi pujian kepada sang
Kardinal dengan kata-kata ini: "Kami mengangkat orang ini karena
Gereja Allah tidak memiliki orang pintar yang setara dengannya."
Dengan sia-sia Serikat Yesus dan bahkan Robert Bellarminus sendiri
memprotes pengangkatan ini. Ketika Robert berusaha untuk menyatakan
penolakannya pada waktu perayaan pengangkatannya, Sri Paus dengan
tegas malahan memerintahkan Robert untuk menutup mulut dengan ancaman
ekskomunikasi. Pengangkatan Robert tidak hanya menunjukkan kejelian
pandangan Paus Klemen dalam menilai karakter seseorang, tetapi juga
kristisme yang agak terang-terangan terhadap pendahulunya, Paus
Sixtus V (1585-1590) yang nyaris memasukan karya terbesar Kardinal
Bellarminus, "Perdebatan tentang Kontroversi Iman Kristen terhadap
bidaah masa kini", ke dalam Daftar Buku Terlarang, namun keburu
wafat. Dalam karyanya tersebut, Robert berargumentasi bahwa kepausan
hanya memiliki kuasa tak langsung dalam masalah-masalah sipil (non-gerejawi),
suatu posisi yang membawa kemarahan Paus Sixtus V.
Robert(us) Bellarminus dilahirkan di Montepulciano
di Tuscany dari suatu keluarga miskin keturunan bangsawan. Pamannya,
Marcello Cervini, adalah Paus Marcellus II yang menjabat singkat
pada tahun 1555. Akan tetapi Roberto (namanya dalam bahasa Italia),
naik dalam hirarki Gereja bukan melalui tradisi nepotisme, tetapi
lewat kemampuan intelektual dan semangat baja yang tersembunyi dalam
tubuh yang kecil dan sakit-sakitan.
Pada tahun 1560 dia masuk tarekat Serikat Yesus
dan melanjutkan studinya di Roma, Padua dan Louvain. Dia ditahbiskan
pada tahun 1570 dan mengajar di Louvain sampai tahun 1576, memerangi
kesalahan-kesalahan doktrin-doktrin Protestanisme dan Michael Baius
(1513-1589). Michael Baius adalah profesor teologi yang memegang
teguh posisi Agustinian menyangkut rahmat dan kehendak bebas, yang
pandangan-pandangannya dikecam oleh Paus Pius V pada tahun 1567.
Pada tahun 1576 Bellarminus dipanggil kembali ke Roma untuk menjabat
posisi baru "Teologi Kontroversial" di Collegium Romanus
milik Yesuit, yang didirikan oleh Santo Ignatius de Loyola pada
tahun 1551, namun baru diakui secara resmi oleh Paus Gregorius XIII
pada tahun 1582. Dari nama Sri Paus inilah namanya dikenal menjadi
Universitas Gregorius. Disinilah Bellarminus mulai memberikan kuliah
untuk mempersiapkan imam-imam Yesuit maupun imam tarekat lainnya
untuk menjawab tantangan-tantangan dari teologi Protestanisme. Hal-hal
ini akhirnya berkembang menjadi respon teologis yang paling penting
Gereja Katolik pada abad ke-16, dalam menjawab Protestanisme, yaitu
yang disebut "Kontroversi" yang terdiri dari tiga volume
(1586-1593). Publikasi tiga volume yang merupakan bantahan sistematis
pertama terhadap posisi Protestanisme ini menandai era baru dalam
perdebatan teologis antara Gereja Katolik dan Kristen Reformasi.
Bellarminus bukan pedebat yang emosional, tetapi seorang yang sangat
terpelajar dan sistematis, yang tidak dapat diabaikan oleh teolog-teolog
Protestan. Meskipun Robert sangat terlatih dalam argumentasi filosofis
pada masa "Skolastisisme Kedua" - yaitu sebutan bagi teologi
Katolik pada abad ke 16 dan 17, Robert menggunakan banyak riset-riset
historis yang telah dikumpulkannya bersama-sama Kardinal Baronio,
terhadap posisi Protestan. "Kontroversi" boleh jadi tidak
membawa banyak pengikut Protestanisme pulang ke Roma, tetapi karya
ini mencetuskan ditulisnya ribuan halaman jawaban dan kontra-argumen
dari pendebat-pendebat Protestan.
Pada tahun 1592 Bellarminus diangkat menjadi
rektor Akademi Roma. Pada tahun yang sama, diterbitkan versi "Sixtus-Klemen"
dari Alkitab Vulgata, yang telah dibersihkan dengan kerja keras
sang Yesuit dari kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh Paus Sixtus
akibat dari editasi yang kurang hati-hati pada versi pertamanya.
Seperti juga sesama Yesuit - Petrus Kanisius, Bellarminus memasuki
arena katekismus, dan menerbitkan "Doktrin Kristen Ringkas"
pada tahun 1597 yang sangat populer dan diterjemahkan ke dalam 62
bahasa. Juga katekismus yang lebih panjang, "Deklarasi Doktrin
Kristen" pada tahun 1598. Sesudah tahun 1599, hidup Bellarminus
diisi dengan gabungan antara kepintarannya sebagai seorang kontroversialis
(pendebat) dengan kesibukan sehari-hari jabatannya dalam hirarki
Gereja. Pada tahun 1602 Paus Klemen secara mengejutkan menjadikannya
sebagai Uskup di keuskupan Capua yang miskin, dan Robert menjalankan
jabatan pastoralnya disana dengan baik sampai tahun 1605, ketika
dia dipanggil kembali ke Roma untuk pemilihan Sri Paus yang nantinya
mengangkat Paulus V (1605-1621).
Paus Paulus V bersikeras supaya Bellarminus
tetap tinggal di Roma, dimana Sri Paus bisa memanfaatkan kepandaiannya.
Sang Yesuit membela aksi Sri Paus yang menempatkan Venice dibawah
interdiksi pada tahun 1606. Pada tahun 1609 dia menulis pamflet
anonimus yang menyerang sumpah setia kepada raja James I dari Inggris
yang menuntut hal itu dari rakyatnya, karena isinya menyangkut penolakan
terhadap kepausan dan doktrin Katolik. Sang raja sendiri memberi
jawaban dan Bellarminus menulis suatu tanggapan dengan namanya sendiri.
Pada tahun 1610 sang Yesuit kembali mengulas isyu mengenai kekuasaan
Sri Paus dalam serangannya terhadap absolutisme kerajaan dalam judul
"Kuasa Sri Paus dalam Masalah-masalah Sipil, menentang William
Barclay". Sikap Bellarminus yang berkeras pendapat dalam hal
hak Paus untuk menggulingkan para monarki dari kedudukannya, sangat
kontroversial bahkan terhadap banyak umat Katolik. Salah satu Pujangga
Gereja lainnya, yaitu Santo Franciscus dari Sales, meskipun dia
sangat menghormati Bellarminus, menulis kepada salah satu temannya
di tahun 1611: "Saya merasa tulisan-tulisan tertentu dari prelat
yang kudus dan luar biasa ini tidak sesuai selera saya, dimana dia
menyinggung masalah kekuasaan tak-langsung Sri Paus diatas para
pangeran-pangeran. Entah apakah teorinya benar atau salah bukan
saya yang menghakimi, hanya saja pada saat ini, dimana kita memiliki
begitu banyak musuh-musuh dari luar, saya rasa sungguh bijak bagi
kita untuk tidak menciptakan ketegangan-ketegangan dalam tubuh Gereja."
Bellarminus adalah seorang sejarawan dan teolog
yang hebat, namun dia bukan seorang ilmuwan. Sebagai seorang penganut
paham Aristoteles dan pemegang teguh interpretasi literal dari Alkitab,
dan juga kapasitasnya sebagai ketua jabatan penting Gereja, Kongregasi
bagi Doktrin Iman, Bellarminus memegang peran yang tidak mengenakan
pada awal-awal dari kasus Galileo. Pada tahun 1616 dia secara personal
mengirim perintah kepada Galileo untuk berhenti mengajar bahwa bumi
berevolusi mengelilingi matahari. Ini adalah suatu contoh falibilitas
dari semua doctores ecclesiae.
Akan tetapi, dekade terakhir masa hidup Bellarminus,
diisi dengan karya-karya spiritual ketimbang kontroversi. Pada tahun
1611 dia mempublikasikan "Komentar Mazmur" yang besar
dan kemudian membuat sejumlah tulisan-tulisan devosional. Dua diantaranya
merupakan karya yang dianggap klasik, yaitu: "Terangkatnya
pikiran kepada Allah melalui tangga hasil ciptaan" (1615) dan
"Seni meninggal dengan baik" (1620). Berbeda dengan karya
Bonaventura yang berjudul sama (yang diketahui dan dikagumi oleh
Bellarminus), buku Bellarminus mengenai naik kepada Allah bukan
suatu teks mistis, tetapi merupakan retorikal pada masa Renaissance
yang dibuat sedemikian rupa untuk mengangkat jiwa pembacanya kepada
kekaguman dan cinta kepada Allah melalui puji-pujian alam penciptaan.
Karya ini mencerminkan gaya anti-mistikal yang terbentuk dalam tarekat
Yesuit pada akhir abad ke-16. Demikian juga "Seni meninggal
dengan baik", meskipun isinya meneruskan tradisi abad pertengahan
yang lama diikuti tentang buku pegangan orang-orang yang hampir
meninggal, namun merupakan suatu buku jenis yang baru - suatu meditasi
yang serius, monastik, sangat moralis menyangkut kematian.
Robert(us) Bellarminus dikanonisasi sebagai
Santo pada tahun 1930 dan diproklamasikan sebagai Doctores Ecclesiae
pada tahun 1931. Pesta peringatannya dirayakan tiap tanggal 17 September.
Santo Robert Bellarminus, doakanlah kami!
|