 |
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
 |
 |
| Daftar sejumlah wahyu
pribadi baik yang sudah diakui maupun belum diakui Gereja: |
| |
Cuenca,
Ecuador, 1990 |
| |
Cuapa,
Nicaragua, 1980 |
| |
Zeitun,
Mesir, 1968 |
| |
Dong
Lu, Cina, 1900 & 1995 |
| |
Guadalupe,
Meksiko, 1531 |
| |
Pilar,
Saragosa, Spanyol, 40 |
| |
Basilika
St.Maria Mayora, 352 |
 |
Santa Maria di
Cuapa, Nicaragua (1980)
Kisah penampakan Maria oleh visionari
Bernardo Martinez
Menurut sensus tahun 1990, diperkirakan ada
202.000 warga Nikaragua yang tinggal di Amerika Serikat. Umumnya
datang ke AS di tahun 1980-an ketika terjadi perang saudara yang
brutal antra pendukung Sandinista dan Kontra.
Sebelum perang dimulai, Bunda Maria menampakan
diri enam kali kepada seorang warga pribumi Nikaragua, Bernardo
Martinez, dengan pesan-pesan dan peringatan-peringatan dari surga
bagi bangsa Nikaragua. Dari tanggal 8 sampai 13 Oktober 1980 Bunda
Maria menampakkan diri di Cuapa kepada Bernardo Martinez yang waktu
itu berumur 55 tahun, yang buruk kondisi kesehatannya, tidak memiliki
uang dan pekerjaan..
Hidup sehari-hari di Nikaragua bergelimang
dengan kemiskinan dan ketidakpastian. Suatu bencana gempa bumi yang
terjadi sebelumnya telah menyebabkan kerusakan finansial dan harta
benda yang cukup berat. Kekacauan politik mengancam struktur negara.
Bernardo mengalami depresi dan kadang merasa ingin mati saja. Banyak
orang yang memiliki perasaan serupa dengannya.
Pada bulan Mei 1990, Bernardo Martinez diundang
datang dari Nikaragua untuk memberikan kesaksiannya di Konferensi
Maria pertama di kota Pittsburgh, yang diselenggarakan di Universitas
Duquesne. Dia adalah salah satu dari sekian banyak visionari yang
dihormati dari seluruh dunia yang berkumpul disana untuk berbicara
kepada publik tentang pesan-pesan dari penampakan Bunda Maria. Karena
dia tidak dapat berbicara dalam bahasa Inggris, dia memberikan kesaksiannya
melalui seorang penterjemah.
Bernardo adalah seorang dengan tulang kerangka
yang kokoh dan rambut kelabu seperti baja. Dia memakai kemeja katun
kotak-kotak dan celana biru tua. Dia tampak kokoh, kuat, dan cukup
sehat, seperti banyak hadirin di Pittsburgh. Ceritanya sudah sangat
dikenal sekarang. Secara resmi pesan-pesan dan pernyataan-pernyatannya
disebar luaskan lewat kantor Msgr. Pablo Antonio Vega, Uskup Prelat
dari Juigalpa, dan di Amerika Serikat, lewat "Komunitas Nikaragua
dalam Pengasingan". Berikut adalah kisah penampakan Bunda Maria
seperti yang dituturkan olehnya:
Pada tanggal 8 mei 1980 Bernardo sudah nyaris
tidak tahan lagi secara lahir batin. Menjadi pengangguran saja sudah
cukup buruk, tetapi dia juga sakit-sakitan dan tidak punya apa-apa
untuk menjaga dirinya sendiri maupun keluarganya. Untuk menghibur
diri dia pergi ke sungai untuk memancing. Ketika hujan mulai turun
sekitar jam 1 siang, Bernardo memutuskan untuk duduk dibawah sebuah
pohon untuk menunggu hujan berhenti. Dia agak terkantuk-kantuk,
lalu terbangun kembali. Dia merasa takut, tapi dia tidak tahu kenapa
sebabnya. Dia memutuskan untuk mendaraskan doa Rosario. Jam tiga
sore dia mengumpulkan ikan-ikan yang ditangkapnya dan berjalan pulang
ke rumah. Kemudian, atas permintaan bapa Uskupnya, dia menjelaskan
apa yang terjadi padanya waktu itu:
Tiba-tiba saya melihat kilatan halilintar.
Saya berpikir dan berkata pada diri saya sendiri: "Akan turun
hujan." Tetapi saya dipenuhi oleh rasa terkesima karena saya
tidak dapat melihat darimana datangnya petir tersebut. Saya berhenti
tapi saya tidak melihat apa-apa; tidak ada tanda-tanda akan hujan...
Saya kembali melihat kilatan petir, tetapi itu untuk membuka penglihatan
saya dan diapun menampakan dirinya...Saya melihat bahwa matanya
berkedip-kedip...bahwa dia sangat cantik...ada gumpalan awan....warnanya
sangat putih sekali...meradiasikan cahaya ke segala penjuru, larik-larik
cahaya seperti matahari. Dia atas gumpalan awan adalah kaki seorang
wanita yang sangat cantik. Kakinya telanjang. Jubahnya panjang dan
berwarna putih. Dia mengenakan ikat pinggang surgawi. Lengan bajunya
panjang. Sebuah kerudung berwarna krem pucat menutupi kepalanya
dengan bordir keemasan di sepanjang tepinya. Kedua tanganya terkatup....
Saya sama sekali tidak merasa takut. Saya terheran-heran... Saya
melihat bahwa kulitnya seperti kulit manusia normal dan bahwa kedua
matanya bergerak-gerak dan berkedip-kedip... Pikiran saya adalah
satu-satunya yang masih bisa bekerja... Saya merasa kelu.. semuanya
menjadi tidak dapat bergerak... Dia mengulurkan kedua tangannya
dan dari kedua tangannya terpancar larik-larik sinar yang lebih
terang daripada matahari... Dia berkata dengan suara manis... lebih
lembut daripada suara wanita manapun yang pernah saya dengar:
"Aku adalah Bunda Yesus. Aku datang
kepadamu dari surga untuk memintamu untuk berdoa Rosario setiap
hari dengan keluargamu, terutama dengan anak-anakmu. Aku berkeinginan
supaya pesan ini disebarluaskan. Penting bahwa anak-anak segera
setelah mereka mulai mengerti, untuk berdoa Rosario setiap hari
bersama kedua orangtuanya. Daraskan doa Rosario setiap hari dengan
meditasi dari Alkitab, segera setelah segala pekerjaan rumah tangga
sudah beres. Nikaragua telah banyak menderita. Nikaragua masih akan
lebih banyak lagi menderita. Engkau, dan semua anak-anak Allah di
negara ini akan terus menderita kecuali jika engkau mau berubah.
Jangan takut. Aku akan menolongmu. Katakan kepada umat dan orang
yang tidak percaya bahwa dunia ini terancam bahaya besar. Sebarluaskanlah
pesan ini kepada semua orang."
Bernardo merasa cukup terintimidasi. Tiba-tiba
mendapatkan kembali keberaniannya, dia menjawab, "Saya sendiri
punya banyak persoalan. Siapa yang akan mau mendengarkan kata-kata
saya?"
Bunda Yesus dari surga menjawab derita batinnya:
"Tuhan Yesus telah memilih engkau
untuk memberikan pesan ini. Tidak semua orang bisa melihatku. Orang-orang
akan melihatku ketika aku membawa mereka ke surga. Mereka mesti
berdoa Rosario seperti yang kuminta."
Bernardo kemudian memaparkan: "Dia menengadah
ke atas ke arah surga dan awan yang menopangnya secara perlahan-lahan
membawanya naik ke atas. Dia dikelilingi oleh cahaya dan pada ketinggian
tertentu dia menghilang."
Pada saat kedua kalinya Bernardo melihat Bunda
Maria, Bunda menunjuk ke arah angkasa dan langitpun terbuka. Kemudian
dia memperlihatkan suatu adegan dari Gereja masa perdana:
Aku melihat gerombolan besar orang-orang yang
berpakaian putih-putih dan mereka berjalan menuju darimana matahari
terbit. Mereka bermandikan cahaya dan mereka sangat bahagia; mereka
bernyanyi-nyanyi. Saya dapat mendengar suara mereka tapi saya tidak
mengerti apa yang mereka katakan. Inilah suatu pesta surgawi. Suatu
kebahagiaan yang amat sangat....sukacita yang sedemikian....yang
tidak pernah saya lihat sebelumnya...Tubuh mereka memancarkan cahaya.
Saya merasa seolah-olah saya telah ditransportasikan. Di tengah-tengah
kekaguman asya, saya mendengar Bunda Maria berkata:
"Lihatlah. Mereka ini adalah komunitas-komunitas
pertama ketika ke-Kristen-an dimulai. Mereka adalah calon-calon
baptis pertama; banyak diantara mereka adalah martir-martir iman."
Bernardo tidak tahu persis entah martir itu
seorang yang berani mengakui imannya secara terbuka, ataukah seseorang
yang mati terbunuh karena imannya, sehingga dia tidak tahu menjawab
secara sejujurnya ketika Bunda Maria bertanya kepadanya:
"Apakah engkau mau menjadi seorang
martir?"
Dia menjelaskan:
Pada saat itu saya tidak tahu tepatnya apa
artinya menjadi seorang martir...tetapi saya menjawab "ya".
Setelah itu saya melihat suatu gerombolan yang lain, yang juga berpakaian
putih-putih, dengan Rosario yang menyala-nyala di tangan mereka.
Bijih-bijih Rosario mereka berwarna putih mengkilap dan memancarkan
cahaya aneka warna. Salah satu dari mereka membawa suatu buku besar
yang terbuka. Dia membaca sebentar, dan setelah mereka mendengarkan,
mereka lalu bermeditasi. Mereka tampak seperti sedang berdoa. Setelah
masa berdoa dalam kesunyian ini, mereka lalu berdoa Bapa Kami dan
sepuluh Salam Maria. Sayapun berdoa bersama mereka. Ketika Rosario
telah selesai, Bunda Maria berkata kepada saya:
"Mereka adalah orang-orang pertama
yang kuberikan Rosario. Allah akan senang jika kalian berdoa Rosario
seperti itu."
Lalu Bernardo kembali melihat orang-orang lainnya
dalam suatu prosesi. Dia menjelaskan kelompok terakhir yang dilihatnya:
Suatu perarakan yang besar sekali dari orang-orang
yang berpakaian seperti masa kini. Kelompok ini begitu besar sehingga
mustahil untuk menghitung jumlah mereka. Seolah-olah seperti bala-tentara
yang besar, dan mereka memegang Rosario di tangan mereka. Saya ingin
bergabung dengan mereka. Tetapi saya melihat tangan saya dan Rosario
di tangan saya gelap, tanpa cahaya. Semua Rosario orang-orang dalam
prosesi tersebut memancarkan cahaya. Tubuh mereka begitu indah.
Saya meminta Bunda Maria untuk membolehkan saya bergabung dengan
mereka yang berpakaian seperti saya di dalam prosesi tersebut. Dia
menjawab:
"Tidak. Engkau masih belum cukup.
Katakan kepada orang-orang apa yang telah engkau lihat dan engkau
dengar. Aku telah memperlihatkan kepadamu kemuliaan Tuhan Yesus.
Orang-orang akan mendapatkan kemuliaan ini jika kalian patuh pada
Tuhan Yesus, kepada Firman Allah; jika kamu bertekun dalam doa Rosario
dan mempraktekkan Firman Allah."
Pada tanggal 8 September, Bernardo melihat
Bunda Maria dari surga. Dia cukup terkejut. Dia menjelaskan:
Saya melihatnya tampil sebagai seorang anak.
Cantik rupawan! Dia memakai tunik berwarna krim pucat. Dia tidak
memakai kerudung, ataupun mahkota, ataupun mantel. Tidak ada perhiasan
ataupun bordir. Gaunnya panjang, dengan lengan baju yang panjang,
dan diikat dengan tali pinggang berwarna merah dadu. Rambutnya jatuh
ke pundaknya dan berwarna coklat. Matanya, juga, meskipun lebih
terang, warnanya nyaris seperti madu. Sekujur tubuhnya memancarkan
cahaya. Dia tampak seperti sang Bunda, tetapi dia adalah seorang
anak kecil. Saya melihatnya dengan penuh rasa terheran-heran, tanpa
mengucapkan sepatah katapun, dan lalu saya mendengar suaranya yang
seperti suara seorang anak berusia tujuh delapan tahun. Dengan suatu
yang sangat manis dia memberikan pesannya, sama sekali persis...dia
berkata:
"Sudah cukup bagimu untuk memberikan
pesanku kepada orang-orang karena bagi siapa yang percaya maka sudah
cukup, dan bagi siapa yang tidak percaya, maka meskipun orang itu
bisa melihatku sekalipun, dia tetap tidak akan percaya."
Bernardo bertanya kepada Bunda Maria apakah
dia berkeinginan supaya rakyat di Cuapa membangun suatu gereja atau
basilika untuk menghormatinya.
"Tuhan Yesus
tidak menginginkan gereja-gereja materi saja dan kuil-kuil yang
dibangun untuk menghormati-Nya. Dia menginginkan setiap orang menjadi
bait Allah yang hidup dimana Dia diundang untuk berdiam. Dalam dirimu
adalah terimakasih kepada Tuhan. Kasihilah satu sama lainnya. Kembalikan
dirimu sebagai bait suci bagi Tuhan! Gereja dan kuil-kuil adalah
dirimu, kamu masing-masing!"
Penglihatan terakhir Bunda Maria kepada Bernardo
di Nikaragua terjadi pada tanggal 13 Oktober 1980. Hari itu menandai
ulang tahun ke-63 penampakan terakhir Bunda Maria di Fatima, Portugal,
ketika mukjijat matahari yang luar biasa mencengangkan lebih dari
50.000 saksi mata.
Sekelompok orang yang kira-kira berjumlah 50
orang pergi ke situs penampakan yang telah diumumkan sebelumnya
bersama dengan Bernardo. Mereka merangkai bunga-bunga yang mereka
bawa diatas batu karang dan berlutut di atas tanah untuk mendaraskan
doa Rosario. Karena hari itu adalah hari Senin, semua orang mendaraskan
Peristiwa Gembira. Segera setelah mereka selesai berdoa Rosario,
suatu lingkaran yang besar dan bercahaya terbentuk di atas tanah
di depan kelompok itu. Semua orang menyaksikan cahaya yang datang
dari angkasa, suatu sorotan cahaya tunggal, seperti lampu sorot
yang kuat yang menerangi lingkaran di depan mereka. Kemudia orang-orang
melihat bahwa suatu lingkaran juga terbentuk di angkasa. Mereka
berseru-seru: "Tampak seperti suatu cincin di sekeliing bulan
atau cincin di sekeliling matahari, tapi bukan bulan dan bukan pula
matahari! Apakah itu?" Lingkaran itu mulai memancarkan cahaya-cahaya
pelangi. Tepat jam tiga sore. Hujan rintik-rintik turun seperti
angin lembut yang menyegarkan, tetapi tidak seorangpun menjadi basah
karenanya. Tanahpun tetap kering ketika cahaya-cahaya warna-warni
yang mulia dari lingkaran di angkasa mulai berdansa yang bisa disaksikan
oleh semua orang. Bernardo menjelaskan apa yang terjadi sesudahnya:
Tiba-tiba saja ada suatu kilatan petir, sama
seperti saat-saat lalu, lalu kilatan yang kedua kalinya. Saya menurunkan
pandangan saya dan saya melihat Bunda Maria. Kali ini awan diatas
mana beliau berdiri, berhenti diatas rangkaian bunga yang kami bawa.
Dia begitu cantik rupawan! Dia menjulurkan kedua tangannya kepada
kami dan larik-larik cahaya mencapai kami semua...Saya bisa mendengar
tangisan orang-orang.
Bernardo memohon kepada Bunda Maria supaya
orang-orang lain juga bisa melihatnya. Dia menjawab:
"Tidak semua orang bisa melihatku."
Bernardo tetap bersikeras. Dia berkata:
Bunda Maria, biarkan mereka boleh menyaksikanmu
supaya mereka percaya. Banyak yang tidak percaya. Mereka mengatakan
kepadaku bahwa iblislah yang muncul kepada saya. Mereka mengatakan
bahwa Perawan Maria sudah mati dan menjadi debu sama seperti orang
mati lainnya. Perbolehkan mereka melihatmu, Bunda Maria!
Dia tidak menjawab. Dia mengangkat tangannya
dalam pose seperti yang anda lihat pada patung Bunda Sengsara (Our
Lady of Sorrows). Wajahnya menjadi sedih, dan menjadi sangat pucat.
Warna pakaian dan kerudungnya berubah menjadi kelabu. Dia mulai
menangis. Ketika saya melihat air matanya, saya juga mulai menangis.
Saya tergetar melihat dia seperti itu. Saya berkata kepadanya: "Bunda
Maria, maafkan kata-kata saya kepadamu. Engkau marah padaku. Maafkanlah
saya! Maafkanlah saya!" Dia lalu menjawabku dan berkata:
"Aku tidak marah terhadapmu, dan aku
juga tidak akan menjadi marah."
Saya bertanya kepadanya; "Mengapa engkau
menangis?" Dia menjawab:
"Sungguh membuatku menjadi bersedih
melihat kekerasan hati orang-orang tersebut. Berdoalah bagi mereka
supaya mau berubah."
Saya tidak dapat berbicara. Saya terus menangis.
Saya merasa hati saya remuk redam. Saya begitu sedih saya pikir
saya akan mati karena derita batin. Saya merasa bertanggung jawab
atas kesedihan Bunda Maria karena saya telah bersikeras supaya beliau
menampakan dirinya kepada orang-orang. Saya tidak dapat menahan
deritanya. Saya terus menangis. Kemudian beliau memberi saya pesannya:
"Berdoalah Rosario. Meditasi pada
misteri-misterinya. Dengarkanlah Firman Allah yang dikandung di
dalamnya. Kemurahan hati adalah jalan hidup yang membangun kemanusiaan
dan dunia. Kasihilah satu sama lain. Maafkanlah satu sama lain dan
berdamai. Jangan minta kedamaian kalau engkau sendiri tidak memberi
damai.
Penuhilah tugas-tugasmu. Praktekanlah Firman
Allah. Carilah cara-cara untuk menyenangkan Allah. Bantulah orang-orang
lain sebagai suatu cara untuk menyenangkan Allah. Dengan cara itu
kamu akan menyenangkan Allah. Jangan terus menerus minta hal-hal
yang tidak penting dari Allah. Mintalah Allah untuk menambahkan
imanmu sehingga engkau memiliki kekuatan untuk memanggul salibmu
sendiri.
Penderitaan-penderitaan di dunia ini, dan
pada jaman ini, tidak dapat diambil daripadamu. Demikianlah cara-cara
dunia. Ada masalah-masalah dengan para suami, para istri, anak-anak,
antara saudara dan saudari. Berbicaralah, berkomunikasi satu dengan
yang lain sehingga problem-problemmu diselesaikan secara damai.
Jangan memakai jalan kekerasan. Jangan pernah memakai kekerasan.
Sebaliknya mintalah iman supaya kamu memiliki kesabaran. Engkau
tidak akan lagi melihatku di tempat ini."
Bernardo begitu terkejut mendengar ucapan selamat
tinggalnya! Dia mulai berteriak-teriak: "Bunda, jangan tinggalkan
kami! Bunda, jangan tinggalkan kami! Bunda, jangan tinggalkan kami!"
Dia lalu mendengar suaranya yang indah sekali lagi:
"Jangan bersedih hati. Aku selalu
ada bersamamu meskipun kamu tidak dapat melihatku. Aku adalah Bunda
kalian semua. Aku adalah Bunda dari semua pendosa. Kasihilah satu
sama lainnya. Maafkanlah satu sama lainnya. Berilah damai, karena
jika engkau tidak memberi damai, tidak akan ada kedamaian. Jangan
memakai cara kekerasan. Jangan pernah memakai kekerasan. Nikaragua
telah banyak menderita karena gempa bumi dan akan terus menderita
jika kalian tidak berubah. Jika kalian tidak berubah, kalian akan
mempercepat datangnya Perang Dunia Ketiga. Berdoalah! Berdoalah,
puteraku bagi seluruh dunia. Bahaya besar mengancam dunia. Bunda
ini tidak pernah melupakan anak-anaknya. Aku tidak melupakan apa
yang engkau derita. Aku adalah Bundamu yang tidak pernah akan melupakan
anak-anaknya. Aku ada bersamamu meskipun kamu tidak melihat aku.
Aku adalah Bunda semua orang berdosa. Aku selalu ada bersama kalian
semua, terutama dalam penderitaanmu. Kasihilah satu sama lain. Maafkanlah
satu sama lain.
Daraskanlah doa ini karena itu menyenangkan
Puteraku: 'Perawan Suci yang mulia, engkau adalah Bundaku, Bunda
semua orang berdosa. Bantulah aku, Bundaku, bantulah keluargaku,
negaraku, duniaku. Amin' "
Bernardo mengakhiri laporan tentang penampakan
yang dialaminya:
Dia terangkat ke atas seolah-olah awan tersebut
mendorongnya....diapun menghilang. Saya tidak lebih seolah sepotong
kayu yang membusuk yang mana pesan ini lewat melaluinya. Dengan
kekurangan saya, saya meneruskannya dengan buruk....Perawan Suci
meminta kita untuk membawa damai dan damai itu ialah Yesus Kristus.
Saya tidak akan pernah berhenti mengulangi pesan ini. Selama lidah
saya masih bisa bergerak-gerak saya akan meneriakannya ke empat
penjuru mata angin.
Pada tanggal 13 November 1983, uskup setempat,
Msgr. Vega, mempublikasikan persetujuannya akan keotentikan penampakan
Bunda Maria di Cuapa, Nikaragua.
|