 |
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
 |
 |
| Daftar sejumlah wahyu
pribadi baik yang sudah diakui maupun belum diakui Gereja: |
| |
Cuenca,
Ecuador, 1990 |
| |
Cuapa,
Nicaragua, 1980 |
| |
Zeitun,
Mesir, 1968 |
| |
Dong
Lu, Cina, 1900 & 1995 |
| |
Guadalupe,
Meksiko, 1531 |
| |
Pilar,
Saragosa, Spanyol, 40 |
| |
Basilika
St.Maria Mayora, 352 |
 |
Santa Maria dari
Adven Baru
Kisah penampakan Bunda Maria di Dong Lu,
Cina
Selama berabad-abad, rakyat Cina telah mengalami
berbagai penderitaan dan kerusuhan politik. Berjuta-juta orang menjadi
korban peperangan dan kelaparan. Para misionaris membawa iman Kristen
ke Cina, tetapi hanya mendapat kesuksesan yang terbatas, kecuali
jika kemuliaan Santa Perawan Maria Bunda Allah juga ditinggikan.
Umumnya rakyat Cina tidak dapat mengerti mengapa Kanak-kanak Yesus
bisa dimuliakan sebagai Tuhan, kecuali bunda-Nya juga turut dianggap
suci. Oleh karena itu devosi kepada Bunda Maria tumbuh subur di
tempat-tempat pemukiman yang berjauhan dimana iman Kristen mulai
tumbuh berakar di Cina. Kebanyakan orang di Cina apapun kepercayaannya,
pernah mendengar tentang Santa Perawan maria.
Oleh karena kepercayaan Kong Hu Cu (Confusianisme)
dan penghormatan yang besar kepada para leluhur yang merupakan ciri
khas kebudayaan rakyat Cina, sudah logis kalau Bunda Suci dari Yesus
Kristus Juru Selamat dunia turut pula menjadi obyek kasih dan devosi
di Cina. Maka demikianlah adanya.
Para romo-romo Vinsensian telah mendirikan
suatu misi di Dong Lu, wilayah termiskin di dekat Peiping. Tempat
ini dikenal sebagai tempat para pengemis. Pada tahun 1900, selama
pemberontakan Boxer yang brutal, 10.000 gerombolan pasukan menyerang
pedesaan Dong Lu. Warga Kristen yang berjumlah 700 orang sama sekali
bukan tandingan dan tidak ada harapan untuk selamat menghadapi pasukan
yang bersenjata tersebut. Mereka berkumpul bersama dan berdoa dengan
sepenuh hati.
Sekonyong-konyong, para anggota gerombolan
pengganas tersebut mulai melontarkan senjata-senjata mereka ke angkasa
sembari meneriakan kata-kata makian dan kemarahan. Tiba-tiba saja,
seluruh pasukan yang berjumlah sekitar 10.000 orang tersebut berbalik
arah dan melarikan diri dari wilayah perkampungan secepat kilat
seperti layaknya orang yang terancam bahaya maut. Menurut cerita,
warga kampung menyaksikan seorang wanita yang sangat cantik yang
dikelilingi oleh cahaya mistis muncul di atas langit. Senjata para
pengganas tidak mampu melukai dirinya, kecantikannya, maupun pancaran
kedamaiannya. Tiba-tiba, seorang satria berkuda muncul di horizon
dengan kuasa yang menggentarkan hati para pengganas. Figur berkuda
yang perkasa tersebut juga diselubungi oleh cahaya yang berkilau
gemilang, begitu cemerlang sehingga 10.000 anggota pasukan pengganas
serta merta melarikan diri ketakutan dan tidak kembali lagi. Warga
setempat tidak ragu-ragu mengatakan bahwa Santa Perawan Maria yang
Puteranya adalah Allah sejati, telah datang untuk melindungi mereka.
Panglimanya yang terpercaya, Santo Mikael Malaikat Agung, telah
membuat musur kocar-kacir ketakutan.
Sebuah gereja dibangun di atas tempat tersebut
dan sebuah lukisan Bunda Maria, yang berpakaian seperti layaknya
seorang kaisarina, ibusuri, dengan Kanak-kanak Yesus di dekat kakinya,
ditaruh di atas altar. Gambaran ini telah menjadi tradisi Cina tentang
realitas dan kehadiran Santa Perawan Maria dan Puteranya yang Ilahi,
Yesus Kristus.
Meskipun gereja tersebut dihancurkan pada tahun
1951, lukisan itu tetap ada. Mungkin kelak akan datang suatu hari
dimana lukisan itu akan ditaruh di dalam stasi ziarah yang menyambut
kedatangan orang-orang dari seluruh penjuru dunia yang ingin menghormati
berkat hidup kekeluargaan di dalam Allah.
Pada tanggal 2 Juni 1995 di awal musim panas,
halaman depan koran The Washington Post menuliskan suatu sajian
artikel tentang dua penampakan Bunda Maria yang muncul di situs
peziarahan Dong Lu di hadapan sekitar 10.000 orang pada akhir bulan
Mei 1995. Beribu-ribu umat Katolik telah berkumpul di Dong Lu untuk
merayakan Misa Kudus yang dihadiri oleh para imam dan uskup dari
Gereja Katolik bawah-tanah. Pada dua peristiwa yang terpisah, khalayak
ramai tersebut menatap matahari secara langsung di tengah siang
hari yang terik untuk melihat Santa Perawan Maria. "Khalayak
ramai tersebut bertepuk tangan gemuruh pada suatu ketika,"
demikian laporan surat kabar.
10.000 orang yang melihat penampakan Maria
tersebut sebetulnya melanggar perintah pemerintah Komunis dengan
berkumpul di tempat umum dan merayakan Misa yang dianggap ilegal
di tempat ziarah. Mereka menyanyikan lagu-lagu Gregorian yang mengumandang
ke penjuru sawah-sawah di sekitarnya. Asap dedupaan membumbung tinggi.
Wajah orang-orang cerah dan memancarkan kasih dan terimakasih sewaktu
mereka mendaraskan doa Rosario. Penampakan Bunda Maria dianggap
sebagai tanda dari kehadiran Allah yang terus-menerus dalam urusan-urusan
umat manusia.
Santa Perawan Maria telah di lihat di berbagai
tempat di Cina. Orang-orang di pedusunan terpencil yang sama sekali
tidak mengenal dia sebagai Bunda Yesus Kristus, mengenalinya sebagai
Perawan Bunda Allah. Mereka melaporkan Kanak-kanak Puteranya sebagai
inkarnasi Allah dalam rupa manusia. Orang-orang dari segala latar
belakang kepercayaan, bahkan yang tidak memiliki kepercayaan sekalipun,
melihat mukjijat matahari seperti peristiwa penampakan Fatima, manik-manik
Rosario yang berubah menjadi keemasan, dan orang-orang sakit yang
disembuhkan, demikian makin banyak doa-doa dipanjatkan, dan kelompok-kelompok
doa bertemu dan kehadiran Misa Kudus yang meningkat. Ziarah-ziarah
besarpun diadakan, tidak hanya di Dong Lu, tetapi juga di sisi bukit
di luar kota Shanghai.
Ada lebih banyak umat Kristen di Cina sekarang
daripada ketika kaum komunis mengambil alih kekuasaan di tahun 1949,
dengan garis politik menindas iman Kristen. Menurut perkiraan ada
antara enam sampai dua belas juta umat Katolik di Cina yang setia
kepada Roma. Menurut beberapa publikasi diperkirakan sepertiga dari
uskup-uskup yang ditunjuk oleh pemerintah dalam Gereja Patriotik
Cina secara rahasia setia kepada Roma. Negosiasi masih terus berlangsung
antara Vatikan dan pemerintah Cina. Jumlah total umat Kristen di
Cina tidak diketahui tepatnya.
Suatu grup ziarah membawa patung Santa Maria
dari Fatima ke Peking di bulan Oktober 1994. Diantara ratusan peziarah
adalah Gianna Talone Sullivan dan suaminya, Dr. Michael Sullivan,
dari Emmitsburg, Maryland. Gianna adalah visionari penampakan Maria
di Scotsdale, Arizona dan Emmitsburg, Maryland. Gianna melaporkan
bahwa Santa Perawan Maria menampakan diri kepadanya di Gereja Maria
Yang Tak Bernoda, yang merupakan tempat kedudukan resmi Uskup dari
Gereja Katolik Patriotik Cina yang berasosiasi dengan Asosiasi Patriotik
Cina.
Giannan Sullivan mengatakan bahwa Bunda Maria
tampil berpakaian jubah warna putih dan memakai kerudung tembus
pandang berwarna putih. Dia berdiri diatas gumpalan awan dan diselubungi
oleh cahaya keunguan yang begitu kemilau sehingga Gianna nyaris
tidak dapat melihatnya. Dia berkata: "Penampakan pertama terjadi
pada tanggal 28 Oktober 1994 jam 2 siang. Bunda Allah juga menampakan
diri kepada saya pada hari berikutnya di gereja yang sama. Dua penampakan
ini adalah suatu fondasi yang menandai awal suatu era yang baru
Gereja Yesus Kristus di Cina." Demikian Gianna berkata tentang
penampakan yang dialaminya.
"Bunda Maria tampak berbeda seperti yang
biasa saya lihat sebelum-sebelumnya. Figurnya serupa, akan tetapi
dia dikelilingi oleh begitu banyak cahaya yang keungu-unguan. Dan
juga para malaikat! Ada ratusan malaikat yang mengelilinginya! Ada
ratusan wajah-wajah malaikat kecil yang manis! Merekapun juga memancarkan
cahaya keunguan. Para malaikat itu seolah-olah menyelubungi Bunda
Maria! Tetapi kedua tangan Bunda Maria, cahaya dari kedua tangannya
begitu gemilang! Dia mengenakan mahkota emas. Saya menerima pesan
ini dari Bunda Maria di Gereja Maria Yang Tak Bernoda di Peking:"
"Aku adalah Bunda Segala Rahmat. Aku
adalah Bunda Segala Sukacita. Aku adalah Bunda Segala Bangsa. Hatiku
Yang Tak Bernoda akan berkuasa, tetapi tidak seperti yang engkau
pikirkan. Maksud kedatanganku ke sini adalah untuk mempersatukan
gereja-gereja."
"Allah bersukacita atas kehadiranku
disini. Ada banyak orang di Cina yang begitu dekat dengan Hatiku
Yang Tak Bernoda. Mereka memiliki kasih yang besar kepada Allah.
Mereka tidak terlupakan. Mereka juga adalah anak-anakku."
"Aku sangat menginginkan persatuan
diantara gereja-gereja di Cina sekarang. Bekerjalah tanpa lelah
bagi kemuliaan Allah! Semoga damai Yesus memenuhi hatimu dan pikiranmu
dan jiwamu untuk selama-lamanya."
Sinar-sinar yang berpendar-pendar dari kedua
tangan Bunda Maria begitu berkilau sehingga bahkan sinar matahari
tampak suram bila dibandingkan dengannya. Ratusan malaikat yang
mengelilinginya dipenuhi dengan kuasa dan kasih. Kehadiran mereka
bersama-sama dengan Bunda Allah di Gereja Yang Dikandung Tanpa Noda
di Peking adalah suatu tanda besar memerintahnya damai dan sukacita
dan kasih. Sekarang inilah panggilannya. Kekuasaan Allah sudah dekat.
Pesan itu menjadi lebih jelas. Maria adalah
Bunda Allah dan Bunda segenap umat-Nya. Bunda dari Yesus Kristus
menampakan dirinya di seluruh penjuru dunia untuk mempersatukan
banyak orang dan seluruh bangsa-bangsa. Sama seperti kepala suku
Indian di Venezuela yang melontarkan tombaknya ke penampakan Bunda
Maria atas dirinya berabad-abad lalu, dan gerilyawan ateis di Bosnia
yang menembaki penampakan Bunda Maria, tidak ada manusia manapun
yang bisa mencegah rencana Allah.
Bunda Yesus Kristus muncul sekarang di segala
penjuru dunia melalui rahmat khusus dari Allah. Dia dikirim kepada
generasi ini dengan hati keibuannya yang murni penuh kasih dan pengertian
untuk mengangkat kembali anak-anak Allah kepada siapa Puteranya
wafat.
Santa Maria Bunda Allah doakanlah kami.....
|