 |
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
 |
 |
| Daftar sejumlah wahyu
pribadi baik yang sudah diakui maupun belum diakui Gereja: |
| |
Cuenca,
Ecuador, 1990 |
| |
Cuapa,
Nicaragua, 1980 |
| |
Zeitun,
Mesir, 1968 |
| |
Dong
Lu, Cina, 1900 & 1995 |
| |
Guadalupe,
Meksiko, 1531 |
| |
Pilar,
Saragosa, Spanyol, 40 |
| |
Basilika
St.Maria Mayora, 352 |
 |
Zeitun:
Keajaiban di Gereja Santa Maria
Oleh: Pearl Zaki
Di tanah Mesir,
tepatnya di Zeitun, Bunda Tuhan kita Yesus Kristus datang mengunjungi
dunia di bulan April 1968. Zeitun,
sebuah distrik di pinggiran kota Kairo, membatasi daerah yang pernah
menjadi bagian Heliopolis (bangsa Mesir mengenalnya dengan nama
On, dalam bahasa Yunani dikenal sebagai Kota Matahari).
Sekarang Zeitun memiliki banyak penduduk, padahal beberapa
tahun yang lalu, Zeitun merupakan pinggiran kota Kairo yang sebagian
besar adalah wilayah gurun pasir dan berlokasi kira-kira 10 mil
dari Sungai Nil. Dengan bertambahnya
penduduk dan dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang membawa irigasi,
daerah ini menjadi berkembang.
Bangunan-bangunan dan taman-taman bertebaran di daerah gurun
yang kering ini dan akhirnya dibagi-bagi menjadi beberapa distrik
di pinggiran kota Kairo. Zeitun sebagai salah satu distrik kota Kairo
dikelilingi oleh daerah Matariya, Ayn Shams dan Heliopolis.
Di persimpangan
Jalan Tumanbay (jalan raya utama) dan jalan Khalil di Zeitun, ada
sebuah gereja Koptik Ortodoks yang diberi nama Gereja Santa Maria,
nama yang diambil untuk menghormati Sang Perawan. Nama
Khalil diambil dari nama keluarga Khalil Ibrahim, keluarga yang
sangat besar dedikasinya pada gereja ini. Pada tahun 1918, salah satu anggota keluarga
kaya raya ini memiliki tanah kecil di Zeitun. Ia
sedang mengalami krisis keluarga. Lalu
Bunda Maria menampakkan diri dalam sebuah penglihatan atau mimpi
dan mengatakan padanya agar membangun sebuah gereja Koptik (Gereja
Ortodoks di Mesir berdasarkan tahta Santo Markus) di atas tanah
itu untuk menghormati Bunda Maria.
Bunda Maria berjanji akan memberkati gereja itu dalam waktu
50 tahun. Maka, dibangunlah gereja itu dengan alasan tersebut. Gereja
itu selesai dibangun pada tahun 1924. Jika anda
melihat di bagian dalam kubah yang besar dari gereja ini, kita akan
menemukan lukisan Perawan Maria.
Sekarang, gereja
ini berada di tengah kesibukan sehari-hari. Dari
jalan-jalan sibuk disekelilingnya, orang-orang datang dan pergi
dengan urusannya, kadang berhenti sebentar, memasuki gereja dan
membungkukan kepala mereka untuk berdoa. Pohon-pohon
disekeliling gereja memberi keindahan tersendiri.
Matahari memperanggun gereja ini dengan kehangatan sinarnya,
dan di malam hari, sinar bulan memperindah dengan refleksi bangunannya. Tetapi Tuhan kita memperanggun gereja kecil
ini dengan sinar yang lebih terang dari banyak sinar matahari atau
bulan. Rahmat-Nya benar-benar telah menghentikan rutinitas
sehari-hari Zeitun.
Bisakah anda
bayangkan, kebahagiaan apa yang datang ke hati dan pikiran orang-orang
beriman di Zeitun saat mereka tidak takut lagi, dan kagum atas fenomena
yang terjadi pada tanggal 2 April 1968. Mereka sadar sepenuhnya bahwa dengan rahmat
Tuhan, figur bergerak yang mereka lihat dengan mata mereka sendiri
di kubah gereja itu adalah transfigurasi dari Bunda Maria sendiri!
Foto
yang bisa anda lihat disini diambil oleh Fawzi Mansour, seorang
arsitek yang tinggal di Heliopolis, dibuat pada hari-hari awal penampakan
Bunda Maria. Lihatlah betapa salib yang terbuat dari semen
di depan Bunda Maria sepertinya memancarkan kilatan sinar. Menurut berita di harian Mesir Watani, kejadiannya
adalah sebagai berikut: “Hari
itu adalah hari Selasa, 2 April 1968, pukul 8.30 malam. Beberapa pekerja di hanggar milik Angkutan
Kota yang terletak di seberang gereja sedang melakukan pergantian
jam kerja. Ada juga beberapa wanita yang sedang menyeberangi jalan. Tiba-tiba, muncul gerakan-gerakan yang aneh
di tengah-tengah kubah gereja dimana terpancang sebuah salib. Gerakan ini menarik perhatian para wanita tadi dan dua dari pekerja
yang sedang menikmati secangkir teh di pintu masuk hanggar (mereka
adalah kaum Muslim).
Pemandangan
yang nampak dalam gelap adalah seperti seorang gadis muda dengan
pakaian putih yang berlutut dibawah salib yang terletak di atas
kubah gereja. Hal ini sangatlah
aneh karena kubah itu begitu bulat, dengan permukaan yang sangat
licin. Semua pria dan wanita
pejalan kaki terpaku di tempat mereka masing-masing.
Saat mereka
semua menunjuk ke kubah, seorang pekerja berteriak kepada gadis
muda itu agar tidak melompat turun.
Karena ia tidak bisa melihat wajahnya, ia berpikir gadis
itu hendak bunuh diri. Pekerja itu lalu berbicara dengan seorang pria disebelahnya dan setiap
orang mulai berbisik. Lalu
bisikan-bisikan itu berubah menjadi teriakan peringatan. Gadis itupun berdiri.
“Mereka semua
melihatnya seperti berpakaian terang cahaya, sama seperti pemandangan
yang sering dihubungkan dengan Perawan Maria. Salah
satu wanita yang ada di sana berteriak “Za Gha ruta” atau teriakan
kebahagiaan. Tanpa sadar, dia berteriak: “Settena Mariam,”
yang berarti “Bunda kita, Maria.” Wanita
itu lalu meminta berkat dari Bunda Maria.
Seseorang bergegas
mencari pastur, yang lain mencoba mencari pasukan penolong. Lalu wanita itu menghilang. Seorang
pekerja di hanggar yang telah menunjuk dengan jari telunjuknya yang
diperban kepada Bunda Maria dan berteriak: “Ibu, jangan melompat”. Pekerja itu dijadwalkan untuk melakukan operasi
amputasi jari esok harinya karena pembusukan, tetapi saat penutup
luka dibuka, dokter menyatakan bahwa jarinya sembuh total.
Kejadian-kejadian
setelah pemberitaan di koran-koran seperti Egyptian Gazette, Watani
dan koran-koran lain tidak akan dapat menceritakan kembali dengan
utuh karena akan melibatkan banyak saksi dan keterangan dari jutaan
jiwa dan emosi-emosi mereka. Dampak keseluruhan dari penampakan ini tidak
dapat begitu saja dilupakan. Penganut
Kristen lebih sedikit dari kaum Muslim di Mesir, tetapi doa-doa
penganut Kristen tidak pernah putus.
Tidaklah mengherankan atau aneh bagi kita - orang-orang di
luar Mesir yang mengetahui keadaan di dalam Mesir - untuk menemukan
keajaiban yang terjadi di Gereja Santa Maria.
Allah Bapa telah memilih Maria karena ketaatan dan kerendahan
hatinya untuk menjadi Bunda sang Penebus. Peran Maria dalam Rencana PenebusanNya tidak
dapat disangkal. Untuk yang
percaya, Maria bukanlah obyek penyembahan.
Maria mendapat hormat yang dalam dari orang-orang yang mengetahui
kasih Allah dan yang mengetahui bahwa lewat kasih-lah mereka dapat
bertahan dalam pengharapan untuk seluruh manusia.
Foto yang lain
diambil oleh fotografer dari Jerman yang datang ke Kairo untuk mengambil
film bagi stasiun televisi. Foto
tersebut mencerminkan bagaimana saya bertemu dengan Perawan Maria
pada 13 Agustus 1968, jam 4.30 pagi. (Dalam 3 minggu kunjungan saya
ke Mesir di bulan Agustus 1968, saya menghabiskan total waktu 8
hari di Gereja Santa Maria, Zeitun). Saya telah menghabiskan 4 malam pertama di Gereja
Zeitun dan tidak melihat apa-apa.
Pada malam kelima,
kira-kira pukul 4.15 pagi, saya melihat empat kilatan atau kobaran
api berwarna kuning yang menyelimuti depan gereja. Selanjutnya,
kira-kira pukul 4.30 pagi, Perawan Maria menampakkan figurnya secara
utuh dengan kedua belah tangannya di samping dan kemudian, secara
perlahan-lahan, tangan itu bergerak, mengatup dalam sikap doa. Dua meteor atau bintang jatuh yang seolah-olah
bergerak turun dari surga, membentuk salib di belakang kepalanya. Dia menghilang dan kembali lagi dalam posisi yang sama sekali lagi. Saya mengucapkan doa Rosario, sesuatu yang tak
pernah saya lakukan sebelumnya. Orang banyak dari segala penjuru
terus membanjiri gereja Santa Maria, semuanya memohon perantaraan
Bunda Maria dalam memuji Allah.
Setelah saya
berkunjung tiga kali lagi, pada malam kunjungan yang ketiga, saya
melihatnya sebentar. Kali ini, seberkas sinar tampak melingkupi gereja
dan dia berdiri disana, di atas tanah di sebelah gereja Santa Maria
dengan posisi yang sama seperti yang kita kenal lewat patung penampakan
Bunda Maria di Fatima. Dia menampakkan diri, lalu menghilang dan lalu
menampakkan diri lagi, setiap kali membungkuk dan bergerak seperti
manusia hidup. Anak laki-laki
saya, Nagi, pada umur 9 tahun melihat siluet Perawan Maria.
Berikut adalah
pernyataan seorang saksi mata yang kata-katanya menggambarkan dengan
tepat penglihatan yang saya dapat:
“Saya melihat
pemandangan yang bermandikan cahaya terang dengan lingkaran biru
yang terbingkai kilatan cahaya.
Perlahan-lahan, pemandangan itu menjadi lebih jelas, hingga
figur Maria menjadi lebih jelas bagi banyak orang-orang yang berkumpul
memenuhi wilayah di sekeliling Gereja Zeitun.
Lingkaran kilatan cahaya, bagi saya,
sepertinya melambangkan kesempurnaan yang kekal, sebagai
perbandingan yang kontras dengan waktu kita yang terbatas di dunia.”
Setelah
tanggal 2 April, sejalan dengan pergerakan waktu, banyak saksi yang
mengatakan melihat Bunda Maria setiap malam harinya.
Sejak awalnya, sepertinya Bunda Maria keluar menemui pria,
wanita dan anak-anak dari balik tirai yang tak kelihatan. Sewaktu
dia datang, Tuhan kita Yesus Kristus-lah yang membukakan
tirai itu baginya. Dia tidak akan melakukannya sendiri. Dua ribu tahun yang lalu, Bunda Penebus kita dan Puteranya, Yesus
Kristus, dikenal oleh Santo Markus. Bersama
Santo Petrus, Santo Markus melakukan perjalanan dan berakhir di
Alexandria, Mesir. Di sinilah
tempat pertama kali Santo Markus memulai pewartaan iman Kristiani
dan menjadi Uskup pertama Gereja Kristen Mesir (dikenal dengan sebutan
Gereja Koptik Ortodoks).
Pada saat ini,
Yang Mulia Shenouda III, adalah pengganti Santo Markus yang ke 117
dalam suksesi apostolik. Mesir memiliki kira-kira 40 juta penduduk yang
mayoritas beragama Islam. Sepuluh
juta penduduknya adalah umat Kristen dan kebanyakan memeluk Koptik
Ortodoks. Di seluruh wilayah
Timur Tengah, ada kira-kira 20 juta penganut Koptik Ortodoks.
Kepada umat Koptik Ortodoks inilah Bunda Maria menampakkan
diri sebagaimana ia dilihat oleh banyak umat yang sedang berada
di seputar Gereja. Penampakkan Bunda Maria terjadi selama hampir
2 tahun dengan frekuensi 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Seseorang harus berada di gereja Santa Maria
Zeitun untuk menyaksikan kehadirannya. Waktu
penampakannya tidak dapat diperkirakan. Bunda Maria lebih sering menampakkan diri pada hari-hari raya Gereja atau
sehari sebelumnya. Ada 32 hari raya Gereja dalam kalender Koptik
Ortodoks untuk menghormati Ibunda Yesus, Santa Perawan Maria.
----------------missing pages
Semburan sinar
akan muncul diatas gereja, dan kemudian di dalam sinar tersebut,
sang Perawan akan muncul.
Dalam beberapa
malam, Bunda Perawan Maria akan menampakkan diri untuk waktu beberapa
menit hingga 8 jam. Umat
dapat melihatnya dan lalu pulang untuk mengajak keluarganya ke gereja,
mengajak teman-teman atau mengambil kamera, dan kembali ke gereja
lagi untuk menemui Bunda Maria dalam kemuliaan Allah.
Bunda Maria terlihat dalam ujud penuh, bergerak seperti manusia
biasa, membungkuk kepada orang banyak.
Terkadang, dia memegang pucuk daun palem yang dilambaikannya
kepada orang banyak sebagai berkatnya. Terkadang, dia memegang salib yang dipakainya
untuk memberkati orang banyak.
Dalam waktu lainnya, dia terlihat berseri-seri dan bercahaya,
dengan mahkota bintang, melayang-layang melintasi Gereja, kakinya
terlihat tidak menyentuh atap gereja.
Setelah beberapa
waktu lewat penampakannya yang intensif, banyak yang mencoba membuat
fotonya. Tetapi saat penampakan berlangsung, kebanyakan
dari mereka begitu terpesona, takjub dan diliputi kebahagiaan tak
terhingga sehingga tak mungkin untuk melakukan apa pun.
Tangan dan jari tidak dapat digerakkan untuk menekan tombol
kamera. Tetapi, dengan rahmat Tuhan, dan juga untuk
bukti bagi keturunan kita, foto-foto berhasil juga dibuat.
Pada pagi 13
April, dua buah foto diambil oleh Wagih Risk Matta (yang telah menulis
buku yang sangat indah dalam bahasa Arab tentang penampakan Santa
Maria yang disertai lebih dari 12 foto-foto).
Hanya cahaya disekitar figur Maria di lantai
Gereja nampak dalam foto-foto ini.
Jika Anda pernah datang ke sana dan melihat penampakannya,
Anda dapat melihat figur Bunda Maria di dalam foto-foto itu, meskipun
film kamera hanya menangkap sinar disekeliling figur Maria.
Lihatlah kepala dalam gambar pertama.
Dalam gambar
kedua, kepala terlihat mulai menghilang.
Saya teringat akan sebuah bacaan tentang penampakan Maria
di Fatima, Portugal tahun 1917.
Saat ketiga anak-anak yang telah melihat Perawan Maria ditanya
secara terpisah, mereka mengatakan bahwa kepalanya terlihat menghilang
dahulu.
Foto-foto ini
diambil saat penampakan Maria selama 10 menit dengan selang waktu
5 menit yang diterbitkan oleh koran-koran di Mesir.
Foto-foto ini tidak mengundang komentar banyak pihak karena,
seperti yang saya katakan sebelumnya, figur Bunda Maria tidak tampak
jelas. Kepala Bidang Fotografi dari koran semi-resmi Mesir, Al Ahram, mengatakan
bahwa tidak ada permainan dalam pencetakan foto-foto itu. Wagih Risk Matta sendiri memperoleh penyembuhan
saat mengunjungi Gereja Zeitun.
Ini adalah foto
lain yang dibuat oleh Wagih Risk Matta.
Obyek yang menyerupai burung merpati, bulat dan berwarna
keemasan terlihat memancarkan cahaya dan biasanya terlihat dengan
sayap-sayap yang tidak bergerak.
Petugas Kebun Binatang Kairo yang dimintai keterangan dan
datang ke Zeitun menyatakan bahwa burung merpati tidak terbang di
malam hari. “Jika dipaksakan,
mereka akan jatuh ke tanah”. Burung-burung
merpati secara spiritual terlihat sebelum dan sesudah penampakan
Bunda Maria, setiap jam saat malam hari dan menjelang petang. Terkadang, burung-burung itu muncul dalam hitungan
dua atau tujuh ekor yang membentuk salib, terkadang 12 ekor dalam
sebuah formasi dan selalu ada seekor yang menjadi pemimpinnya. Jika mereka menghilang, mereka akan kembali
dengan formasi yang sama.
Foto ini dikirim
oleh editor koran Watani. Michael
Takla mengatakan bahwa foto ini diambil oleh “seorang saksi mata
yang terpercaya, seorang wanita dari Alexandria.”
Saya tidak memiliki namanya.
Foto ini sama dengan foto yang diambil oleh pemotret asal
Jerman tetapi memperlihatkan rupa dari merpati-merpati atau obyek-obyek
sedang terbang yang dilihat oleh saksi mata yang hadir saat itu
di Gereja.
Seluruh foto,
gambar, lukisan yang diperlihatkan disini telah dibuktikan oleh
banyak saksi mata dengan ekspresi berbeda-beda.
“Dia nampak sama seperti ini!”
“Ya, seperti inilah saat saya melihatnya!”
“Dari mana engkau mendapatkan foto ini?”
“Ya, beginilah saya melihatnya pada tanggal 1 April 1968!”
dan sebagainya dan sebagainya.
Pengkajian dengan
komputer oleh pakar-pakar telah pula dilakukan dan hasilnya, mereka
menyatakan tidak adanya tipuan kamera.
Para perupa
yang hadir saat penampakan di Zeitun menggunakan talenta mereka
untuk menggambar apa yang telah mereka lihat, dan tampaknya mereka
lebih menangkap keindahan surgawi Bunda Maria dibanding dengan foto-foto
yang dibuat. Saat benar-benar
bertemu Bunda Maria, sangatlah sukar untuk secara jelas melihat
bagian-bagiannya. Tetapi
beberapa dari mereka dapat menangkap rambutnya, matanya, tangannya,
bentuk tubuhnya dan warna kulitnya.
Bunda Maria kebanyakan digambarkan “gelap dan bercahaya”
dan “putih kebiru-biruan” atau “biru keputih-putihan”.
Terkadang kekuningan dan bersinar, berkilauan, cantik, muda,
sehat, seperti seorang ratu. Lukisan
di bawah halaman ini dikerjakan oleh Sabri Ibrahim pada tahun 1973.
Katanya, beginilah ia melihat Bunda Maria di tahun 1968 di
Gereja Zeitun. Lukisan berwarna
ini, sedikit lebih besar daripada aslinya, sekarang digantung di
pintu masuk Gereja Santa Maria.
Bagi yang pertama kali melihatnya, lukisan ini akan mengundang
decak kagum.
Gambaran para
perupa akan Bunda Maria, Zeitun.
Pastur Morcos,
seorang pastur Coptic menjadi saksi mata penampakan Bunda Maria
pada tahun 1968. Ia mengatakan, “dan turunlah bias-bias sinar
dari tangannya seperti ini!”. Bias-bias
sinar itu akan keluar dari tangannya kepada orang-orang dan menembus
tanah. Kita tahu dari wahyu-wahyu
bahwa cara ini adalah rahmat Tuhan dalam memberikan berkatNya kepada
kita lewat saluran rahmatNya, yaitu Bunda Maria, ibundaNya. Seorang
saksi mata menggambarkan Bunda Maria seperti “disanalah dia, disudut
Gereja, membungkukkan badannya sebatas pinggang kepada kita semua!!!! Saya tak dapat mempercayainya!
Tetapi memang dia ada disana, SAYA MELIHATNYA!!”
Kesembuhan juga
terjadi. Ini menambah kebahagiaan
yang meliputi penampakan Bunda Maria.
Masyarakat segera menyadari adanya orang buta yang dapat
melihat, orang tuli yang dapat mendengar, orang bisu yang dapat
berbicara setelah mereka hadir dalam salah satu penampakan-penampakan
Bunda Maria. Mereka yang sakit jasmani, yang cacat, melihat Bunda Maria, dan
dengan iman mereka akan Tuhan kita Yesus Kristus, disembuhkan oleh
Allah Bapa, lewat penampakan Bunda Maria.
(Perlu juga
diketahui, dengan kuasa kudus Tuhan, orang-orang yang sakit jasmani
di Gereja Zeitun yang beriman teguh, juga disembuhkan, meskipun
mereka tidak melihat penampakan Bunda Maria.)
Juga, di hari-hari
Tuhan Yesus tinggal di dunia, Bunda
Maria memohon padaNya atas nama orang lain.
Maria sendiri tidak memiliki kuasa untuk membuat mukjijat. Hanya dengan kehadirannya bersama Anaknya,
Yesus Kristus, dan dalam ketulusan permohonannya, kita mendapatkan
mukjijat pertama di Kana. Sekarang,
lewat perantaraannya, kita dapat hidup lewat pembaharuan iman, bukan
kita yang membuatnya, tetapi Dia yang secara terus menerus memberikan
mukjijat dalam cinta yang tak putus-putus.
Kesaksian akan
kesembuhan di Zeitun kemudian didata, diuji dan didokumentasikan
oleh sebuah komisi yang terdiri dari 7 orang dokter dan profesor.
Bapa Suci Kyrollos VI, Paus dari Alexandria. sendiri yang
memerintahkan hal ini. Tidak
dapat disangkal lagi, mukjijat kesembuhan benar-benar terjadi.
Sembuh, tanpa dapat dijelaskan secara medis, memang terjadi
dalam setiap penampakan Bunda Maria.
Saya yakin,
Maria memiliki setiap nama dan identitas dari orang yang disembuhkan
didalam hatinya, didata di dunia, diuji dalam penampakannya dan
didokumentasikan di surga. Setiap dari mereka yang sembuh tahu akan dirinya
dan kita dapat bersukacita bersama mereka dalam kemuliaan kuasa
Tuhan. Dalam tahun-tahun setelah penampakan Maria,
mukjijat kesembuhan terus berlanjut di National Shrine of Our Lady
of Zeitun. Saat kesembuhan
itu diberitakan oleh mereka yang beriman, mereka semua terpesona
dan kagum akan kemuliaan Tuhan.
Tetapi, tidak
semua yang hadir mengalami mukjijat kesembuhan baik dari sakit jasmani
maupun rohani. Sudah tentu, semuanya bergantung dari kehendak
Allah yang kudus.
Saat kunjungan
saya ke Kairo di tahun 1974, Uskup Gregorius mengatakan pada saya
bahwa banyak orang yang dia ketahui mengalami pembaharuan harapan
dan kekuatan iman dalam Tuhan setelah melihat penampakan Bunda Maria
di Gereja Santa Maria. Banyak yang kembali mengunjungi Gereja itu
setelah lama meninggalkan Tuhan karena satu dan lain hal.
“Seorang pria
yang cukup terkenal di Gereja karena kemurahan hatinya, kebaikannya
dan hidup kekristenannya, tiba-tiba berubah pikiran.
Ia mengejek orang-orang yang menghadiri kebaktian sambil
bertanya, “apa yang dilakukan orang-orang bodoh ini, membuang-buang
waktu?” Ia juga pergi ke Gereja Zeitun dan berbuat
hal yang sama. Saat tiba
disana, ia melihat ribuan orang sedang berkumpul.
Hal ini menambah keyakinannya akan kesia-siaan percaya kepada
Allah. “Bagaimana mungkin
Bunda Maria menampakkan diri disini?”
Tiba-tiba, datanglah Maria dalam kemegahannya di depan mata
orang itu. Ia jatuh berlutut dan hingga sekarang ia masih
menyesali saat-saat dimana ia jauh dari Tuhan.”
Dalam 2 minggu
terakhir bulan April hingga bulan Mei, kami mengalami penampakan
yang paling mulia dari Bunda Maria.
Sejalan dengan penampakannya, orang-orang yang berkumpul
menjadi berlipat ganda. Pada beberapa malam, diperkirakan hampir ¼
juta orang berkumpul diseputar gereja.
Seorang kakak ipar saya menuliskan kesaksiannya:
“Kami harus
berdiri tegak dengan tangan di samping, hampir-hampir tak dapat
bernafas dan terdorong ke depan atau ke belakang karena sesaknya
pengunjung. Sesaat setelah kita bergabung dalam keramaian, sangatlah tidak mungkin
untuk pergi dari sana. Kita
harus menunggu hingga mereka membubarkan diri saat matahari terbit.”
Fawzia, kakak
ipar saya yang lain menulis bahwa pada hari saya meninggalkan Kairo
setelah kunjungan saya di tahun 1968 (sehari sebelum FEAST OF THE
ASSUMPTION), Bunda Maria menampakkan diri selama 10 menit di gereja
itu pada pukul 6 sore “sama terangnya seperti berjuta-juta matahari”.
Dia melihat Bunda Maria malam itu.
Dikarenakan
massa yang semakin membengkak jumlahnya dan sebagian dari mereka
menjadi bingung dan menganggap semuanya adalah cerita bohong, pemerintah
lalu mencoba melindungi rakyatnya.
Beberapa petugas lalu mencopot kabel-kabel listrik dan mengatakan
semuanya adalah tipuan. Ada juga yang memanjat pohon untuk naik ke
kubah Gereja untuk mencoba memegang bayangan.
Petugas melakukan penyelidikan hingga radius 15 mill untuk
memastikan bahwa memang digunakan alat-alat elektronik.
Tetapi setelah melakukan penyelidikan yang seksama dan berkat
pertolongan Bunda Maria yang terus menerus menampakkan diri, para
petugas akhirnya percaya bahwa memang Bunda Maria sendiri yang datang
mengunjungi mereka. Para petugas lalu membantu mengamankan Gereja
untuk dapat menerima kedatangan Bunda Maria secara wajar.
Pemerintah lalu
membongkar hanggar yang memakan area sebelah selatan Gereja, sehingga
massa dapat tertampung. Dari
pintu masuk hanggar inilah pertama kalinya Bunda Maria tampak.
Sebenarnya, beberapa orang berpikir bahwa penglihatan yang
mereka dapatkan dari atas kubah gereja itu berasal dari refleksi
yang datang dari hanggar. Tetapi, setelah hanggar itu dibongkar, Bunda
Maria tetap menampakkan dirinya.
Pohon-pohon
disekitar gereja juga ditebang sehingga massa tidak dapat memanjat
pohon yang dapat mengakibatkan mereka jatuh dan terluka.
Yang paling besar pun di pangkas hingga tidak dapat dipanjat
lagi. Saat Bunda Maria menampakan diri di dekat pohon
palem, beberapa orang mengatakan itu adalah refleksi pohon palem,
tetapi setelah pohon palem itu juga di pangkas, Bunda Maria tetap
menampakan diri dengan cahayanya.
Pada 5 Mei 1968,
sebulan setelah penampakan Bunda Maria yang pertama, Bapa Suci Kyrollos
VI menerbitkan Surat Kepausan yang menyatakan keaslian penampakan
itu. Bahwa memang benar, Bunda Perawan Maria, Ibu
dari Tuhan menampakan dirinya.
Kepercayaan ini juga didasarkan bahwa Bunda Tersuci datang
kembali sebab dia pernah mengungsi ke Mesir bersama Anaknya, Yesus
Kristus, dan Yosef.
Gereja Santa
Maria di Zeitun memang terletak di dekat rute perjalanan Keluarga
Kudus saat mereka dikejar-kejar Herodes dan melakukan perjalanan
ke Mesir. Untuk memperingati perjalanan ini, menurut
tradisi, ada 14 perhentian yang dibangun di sepanjang perjalanan. Banyak orang beriman yang telah mendapatkan
keteduhan dan rahmat setelah mengunjungi perhentian-perhentian ini.
Komite Kepausan
menerima banyak kesaksian dan pernyataan resmi dari orang banyak.
Pastur Constantine,
seorang pastur di Gereja Santa Maria, delegasi pemerintah, para
saksi mata dari kaum Muslim, para Kristen dari aliran yang berbeda
dan para pejabat di dalam hirarki Gereja Coptic.
Mereka semua telah menyaksikan penampakan Bunda Maria satu
atau lebih kali.
Pada pertemuan
saya dengan Bapa Suci Kyrollos VI di tahun 1968, Bapa suci memberitahukan
tentang penampakan Perawan Maria dan memberikan berkat pribadinya. Kesaksian oleh Bapa Suci ini melampaui pengetahuannya
untuk berkomentar secara pribadi. Bapa Suci menginginkan para orang beriman untuk datang ke Zeitun
dan mengalaminya sendiri. Untuk
“meyakinkan diri mereka sendiri” tentang kunjungan yang kudus ini. Apa yang diperlihatkan Bapa Suci kepada saya
mencerminkan bahwa pada waktunya, Tuhan akan memperlihatkan buah-buah
keberimanan kita.
Mengapa Tuhan
mengirim Bunda Maria pada waktu itu di tempat yang khusus? Diketahui bahwa Bunda Maria tidak berbicara dan jika ada pesan-pesan
lisan yang disampaikan, pastilah tidak akan disebarluaskan. Saya pikir, lewat kebijaksanaan Tuhan, kita
di dunia ini sekali lagi diperingatkan akan rahmatNya yang besar
saat Ia turun ke dunia 2000 tahun yang lalu.
Saat Ia datang ke dunia dan menjadi serupa anak kecil yang
digendong Maria. Ia ingin menunjukkan pada kita, bahwa Dia sangat
amat menyayangi kita.
Pada tahun 1974,
Pastor Xavier Eid, pastor dari Gereja Katolik Santa Maria Pendamai,
Garden City, Kairo mengatakan pada saya:
“Penampakan
di Zeitun adalah berharga untuk seluruh dunia.
Mesir sangat membutuhkan perhatian dan pertolongan Tuhan
dalam masa-masa sulitnya. Ini
merupakan salah satu bukti bagi rakyat Mesir yang amat sangat religius. Penampakan ini juga membantu Gereja Coptic Orthodox untuk lebih
dikenal di seluruh dunia, untuk memperbaiki kesalahpahaman selama
ini. Gereja Coptic Orthodox selalu taat menjalani
penyembahan, kesalehan doa-doa dari para pastor gurun pasir, pendalaman
Alkitab dan puasa yang kesemuanya sudah ditinggalkan oleh dunia
barat. Para penganut Coptic Orthodox berpuasa selama
200 hari dalam setahun. Seluruh
praktek-praktek ini akan lebih dikenal di dunia. Salah satu cara yang dipilih oleh Tuhan, saya pikir, adalah penampakan
Bunda Maria yang telah membawa orang-orang dari seluruh dunia ke
Mesir dan ini membuat orang-orang mengerti akan tradisi Coptic Orthodox.
Di bulan Mei
1973, Bapa Suci Shenouda III diundang ke Roma oleh Bapa Suci Paus
Paulus VI. Inilah kali pertama dalam kurun waktu 1600
tahun pertemuan dua Bapa Suci dari Roma dan dari Alexandria terjadi. Mereka memperingati Santo Athanasius, Bapa
Suci ke-20 dari Alexandria. Dalam
kunjungan ini, Bapa Suci Shenouda III mengatakan pada Bapa Suci
Paus Paulus VI mengenai penampakan Bunda Maria di Zeitun di tahun
1968 dan 1969.
Foto diatas
menunjukkan kedua Bapa Suci sedang berdoa bersama di Gereja Santo
Petrus, Roma.
Awal tahun 1974,
dalam surat kepada Yang Mulia Kardinal Stephanos I, saya memohon
pendapatnya yang dapat saya bagikan kepada orang-orang lain mengenai
penampakan Bunda Maria. Bapa
Kardinal mengatakan pada saya tentang penundaan kunjungannya ke
Amerika. Bapa Kardinal adalah pemimpin Coptic Orthodox di Mesir yang bergabung
kembali dengan Roma. Bapa
Kardinal mengunjungi kami di New Jersey, tahun 1974, memberikan
berkatnya pada saya untuk apa yang telah saya kerjakan bagi usaha
Bunda Maria membawa semua jiwa kepada Tuhan Yesus Kristus dan mengadakan
Misa untuk kira-kira 800 anak-anak dari jemaat kami.
Pada saat awal penampakan Bunda Tersuci, Bapa Kardinal dimintai
tolong oleh teman karibnya yang juga seorang Paus, Bapa Suci Paus
Paulus VI untuk mengadakan penyelidikan akan apa yang terjadi di
Zeitun. Kata-kata pertama
yang tertulis dalam pernyataan Bapa Kardinal adalah : “Tidak diragukan
lagi, penampakan ini adalah nyata…” Kunjungan Bunda Maria ke Zeitun sekarang menjadi sejarah gereja.
Bunda Maria menampakkan diri paling banyak disekitar Hari-Hari
Raya. Pada Hari Raya ke-32,
yaitu Hari Raya Bunda Cahaya
atau Bunda Zeitun, untuk menghormati penampakan Maria di tempat
ini, diperingati setiap tanggal 2 April. Pada perayaan pertama penampakan di tahun 1969, foto dibawah ini
digunakan untuk menandai saat penuh rahmat dari kunjungan Bunda
Tersuci yang dikirim oleh Allah.
Sejak penampakan
Maria yang pertama, yaitu April 1968, beribu-ribu rakyat Mesir,
baik yang beragama Kristen maupun Islam, mulai berimigrasi ke Amerika
atau tempat lain di belahan dunia.
Mayoritas yang datang ke Amerika sekarang telah bergabung
bersama komunitas kami dan telah menjadi warga negara Amerika.
Di kota-kota yang lebih besar, dimana lebih banyak orang
tinggal, gereja-gereja Coptic Orthodox sekarang banyak dijumpai.
Banyak dari jemaat di gereja-gereja ini yang pernah menyaksikan
penampakan Bunda Maria di Zeitun.
Di tahun 1975,
Yang Mulia Uskup Gregorius, salah seorang pemimpin gereja Coptic
Orthodox mengatakan pada saya:
“Bunda Maria
Perawan Tersuci atau Santa Maria menampakan diri dalam 10 cara yang
berbeda. Allah mengirimnya dalam cara-cara yang alamiah
yang dapat kita kenal. Saat
ia menampakan diri, ia akan menyapa gerombolan orang, membungkuk
pada mereka, memberkati mereka dan berbalik menghadap salib. Dalam 9 dari 10 penampakannya, ia akan terlihat dalam sikap berdoa,
sepertinya ia ingin mengatakan ‘lakukan seperti apa yang saya kerjakan,
dunia perlu doa-doa untuk penebusan’ dan saya percaya, penampakan-penampakannya
adalah persiapan selanjutnya dari Kedatangan kembali Tuhan dan Penebus
kita, Yesus Kristus.”
Beribu-ribu
orang tumpah ruah di Zeitun dan melihat Bunda Maria.
Mereka terhibur dan terobati.
Saat para beriman menunggu dan berdoa, awan-awan serasa bergerak
menyatu, seperti sebuah kilatan cahaya yang memancarkan cahaya tiba-tiba
dan menerangi sekitarnya. Disanalah
Bunda Maria berdiri, dalam figur yang penuh berarak perlahan-lahan
dan anggun di udara, berdiri di atas kubah gereja atau pohon palem
dengan satu kakinya seperti menginjak pohon palem, atau terkadang
terlihat berdiri di atas tanah.
Bajunya dan kerudungnya bergerak tertiup angin.
Dia bergerak dari sisi yang satu ke sisi yang lain dan semuanya
tampak jelas sekali.
Untuk menggambarkan
penampakan Bunda Maria yang membawa rahmat Tuhan secara penuh, kami
mengambil kesimpulan dari penampakannya itu, sekali lagi, untuk
membawa kepada kita pembaharuan harapan dan penghiburan dalam Anaknya,
Yesus Kristus. Sebuah hadiah yang diberikan secara cuma-cuma oleh Tuhan.
Dia memberikan
hidupnya untuk kita di gunung Kalvari, bangkit dari mati, sekarang,
Yesus Kristus yang telah bangkit mengirim Bunda Maria untuk mengingatkan
kita akan kasihNya yang besar.
Kita dapat mengatakan,
cerita dari Zeitun adalah sebuah tanda nyata dari peristiwa adikodrati. Dampak dari penampakan-penampakan itu terangkum
dalam waktu yang akan terus diingat.
Pesan dan arti penampakan itu akan terus berkembang dalam
Roh Kudus. Pesan-pesan yang
dinyatakan kepada para beriman dan siapa saja mungkin dapat di pelihara
dan direnungkan hingga kedatangan kembali Tuhan kita Yesus Kristus.
|